Diposkan pada Dongeng

Bona Si Gajah yang Gendut

Kartun gajah

Bona adalah seekor gajah pemalu yang ingin sekali berteman. Hari ini adalah hari kepindahannya di hutan yang baru. Ditempat yang baru, bona ingin sekali mencari teman. Ketika berjalan-jalan mengenali lingkungannya, ia melihat musang dikejauhan. Ia mendekati musang lalu mulai memperkenalkan diri. “maukah kamu berteman denganku?” musang tertawa, “kamu ingin berteman denganku? Tapi kamu gendut sekali” ia tertawa keras, Bona menjadi sedih lalu ia berlari ke kolam, ia bertemu dengan kijang, dan menanyakan hal yang sama, “wah saya suka sekali dengan hewan gendut sepertimu” lalu mereka berjalan-jalan bercerita segala hal. Bona senang sekali sebab ia telah mendapatkan seorang teman yang menerima kekurangannya, hingga dirumah ia tidak sabar hari berlalu agar bisa bermain lagi dengan temannya, musang.

Pagi pun tiba, Bona berjalan dengan riang menemui kijang. Namun setibanya ia ditempat kijang, Ia terkejut ketika kijang sedang asik bermain dengan panda. Dengan kecewa Bona mendekati mereka, “kijang, bukankah kita akan pergi ke bukit?” kijang mendongak melihat Bona, “aku rasa, aku berubah fikiran, saat ini aku ingin bermain dgn panda saja” lalu mereka kembali bermain tanpa mengajak Bona ikut serta. Padahal kijang pernah mengatakan bahwa ia menyukai hewan gendut sepertiku, tapi mengapa aku ditinggalkan?

Bona merasa sedih, ia berlari ke taman. Sampailah Bona di taman, Di sana ia melihat kelinci, bona mendekati kelinci dengan ramah, “aku tak ingin berteman dengan hewan gendut sepertimu” ucap kelinci ketus, lalu masuk ke liangnya. Bona merasa terpukul. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan zebra, “kamu anak baru ya?” tanya zebra “iya betul, aku Bona, maukah kamu berteman denganku?” zebra mengangguk, “tentu saja, mau kutunjukkan kolam yang bagus disini?” Bona mengangguk, lalu mereka berjalan ke kolam lumpur yang begitu luas. Disana mereka berlarian saling mengejar. Bona selalu tertinggal jauh, sebab ia terlalu sulit membawa badan nya yang gendut.

Waktu berjalan cepat, Hari pun petang, mereka berjalan kerumah masing-masing, sebelum berpisah jalan, zebra berkata kepada Bona “sebaiknya kamu kurangi berat badanmu, aku lebih suka dgn teman yg kurus dan berlari cepat”, Bona terkejut “baiklah, aku akan coba” keesokkan harinya, Bona tidak bermain dengan temannya, ia sibuk berolahraga utk mengurangi berat badannya, ia berlatih seharian, dan tidak makan hingga larut malam dan akhirnya ketiduran di depan rumah.

Usaha Bona tidak sia-sia, kini ia lebih kurus dari kemarin. Tak sabar ia ingin menjumpai zebra, mungkin saja zebra juga rindu kepadanya sebab kemarin tidak berjumpa. Dengan hati riang ia menjumpai zebra untuk menunjukkan badan indahnya. Tapi zebra tidak dirumah, lalu ia menuju kolam lumpur, pasti zebra disana, tebaknya. Benar saja, zebra memang disana tapi bersama gajah yang lebih gendut darinya, mereka bermain lumpur. Gajah itu menyemburkan lumpur ke zebra yang bergembira. Bona mendekat, teman zebra itu bertanya kepada zebra “siapa dia?”, zebra menatap Bona, “aku tidak kenal” lalu mereka berlarian menjauh. Ternyata zebra tidak mengingatku, dan ia tidak kehilanganku sama sekali padahal kemarin tidak bertemu. Bona merasa kecewa, masih terekam jelas diingatan ucapan zebra kemarin, bahwa ia menyukai hewan yang tidak gendut, lalu menyuruhnya untuk menguruskan badan, tapi sekarang ketika ia sudah kurus, zebra malah pergi dengan temannya yang lebih gendut. Bona tidak mengerti.

Bona merasa sangat sedih, ia berjalan lunglai kembali kerumah, lalu memakan semua stok makanannya sebab ia terlalu lapar. Badannya pun kembali seperti semula.

Bona merasa sepi, ia sedih tidak ada yang menyukainya dan mencoba menghibur diri dengan berjalan-jalan. Belum terlalu jauh ia berjalan, ia pun berhenti di taman, sebab ia terlalu lelah membawa badannya yang gendut. Taman juga sedang sepi, menambah rasa kesedihan dihatinya, ia pun duduk di rerumputan menikmati semilir angin, berharap sedih ini juga terbawa oleh angin.

Tiba-tiba ia terkejut melihat musang mendekat, ia siap-siap ingin berlari, sebab merasa jengkel kepada musang yang telah menertawakannya karena gendut. “hei Bona, kenapa kamu lari? Bukannya kamu mau berteman denganku?” ucap musang sambil tersenyum lebar. Bona merasa heran, ada apa dengan musang ini? Melihat bona yang diam saja musang melanjutkan ucapannya “aku mencari mu tiap hari, aku ingin minta maaf telah menertawakanmu tapi kamu tidak ada, alamatmu aku juga tidak tahu, ” Bona sedikit merasa lega, ternyata musang tahu kesalahannya, “baiklah, sudah aku maafkan” kata Bona, “syukurlah, di seberang sana ada pertunjukkan, yok kita nonton sama-sama” ucap musang itu lagi seraya menarik belalainya. Ternyata musang tidak seburuk yang dikira, dia hewan yang ceria, dengan terbuka mengucapkan semua yang ada difikirannya, dan menjadikannya lawakan.

Setiba di tempat pertunjukkan beberapa hewan telah berkumpul. Seekor kancil menertawakan Bona yang berjalan bersama musang. Bona menjadi sedih dan ingin berlari, namun musang menahannya, dan menegur kancil yang tidak ada sikap sopan terhadap hewan lain. Bona pun merasa terharu, padahal musang juga pernah menertawakan bentuk tubuhnya namun ketika kami sudah berteman, musang lah yang pertama kali melindungi dan menghiburnya dari ejekkan hewan lain

Bona tidak peduli lagi bahwa musang pernah menertawakannya, yang ia tahu musang kini menjadi teman yang walaupun sadar kekurangannya, bahkan juga ikut menertawakan kekurangannya, namun ketika ada yang mengejek kekurangannya ia berada paling depan, dan tidak pernah menjauh. Kini Bona dan musang selalu pergi bermain bersama. Mereka tidak ingin saling meninggalkan.
(sebuah dongeng karya @addini)

Penulis:

Guru di MTs N negeri 1 Rokan Hilir, lulusan UR2015, Minang-Melayu-Indonesia Menyukai hal-hal inspiratif :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s