Diposkan pada kiasan, Uncategorized

Menjelang Tidur

Sepi dan sunyi, hanya desauan angin mengisi kekosongan malam, sesekali juga terdengar aungan mesin kendaraan dari jauh, kemudian sunyi kembali. Hari ini tidak ada ketukan burung pelatuk, hujan hari ini tak juga mengundang nyanyian kodok, dan kemana para jangkrik?

Sudah waktunya terlelap bahkan sudah begitu jauh dari biasanya, namun aku masih saja berada diantara nyata dan maya. Kesunyian ini menggerakkan putaran waktu dalam bayangan. Membalikkannya kebelakang. Sebagian ingin menghilang namun masih berkubang.

Ada tanya dan sesal yang bergejolak hebat difikiran.

Hari ini…
Apa yang sudah dilakukan?
Apakah yang dikerjakan hari ini benar-benar berguna?
Kelalaian apa saja yang sengaja dan tak sengaja dilakukan?

Sudah benarkah apa yang dikerjakan?

Adakah perlakuan yang salah?
Apakah ucapan tadi menyakitkan?

Adakah yang marah?

Adakah yang tersakiti?

Bertubi-tubi menjadikan anak panah yang menghujam tepat di satu target.

Semakin larut dalam malam semakin kalut pula dalam fikiran.

Waktu terus berjalan sedang fikiran masih terkungkung dibelakang.

Cepatlah terlelap~

(pada suatu malam yang terlalu pagi)

22052019
@addini

Diposkan pada karakter, nasehat, Uncategorized, writting/blogging

Hargai Mereka Agar Kamupun Dihargai

Setiap dari kita pasti ingin dihargai. Baik itu oleh yang lebih muda maupun yang lebih tua. Orang jalanan sekalipun ingin dihargai juga. Menghargai seseorang itu tidak lah sulit, namun banyak diantara kita yang agak keberatan untuk bisa lebih menghargai orang lain.

Keadaan yang dipersulit ini agak membingungkan. Ingin dihargai namun tidak bisa menghargai. Disaat kita berharap orang memberi, sementara orang itu tidak ada inisiatif untuk memberi, jangan terburu-buru untuk marah apalagi sampai ghibah. Tapi coba diingat lagi, apa kamu sudah banyak memberi dia? Bukan maksudnya untuk mengingat kebaikan diri sendiri ya, tapi untuk intropeksi diri.

Alangkah baiknya jika sebelum berpikiran buruk tentang orang lain, cerminkan dulu ke diri sendiri, apa cukup baik?

Lucu kan berharap orang memberi sementara kita sendiri tidak ingin membagi. Dont be childist, please!

Saya pernah menyaksikan dua anak kecil yang sedang bermain, kemudian datang seorang anak kecil yang lain membawa sebungkus kerupuk, bukan karena ingin bergabung, tapi mendekat hanya untuk menyombongkan makanannya. Dua anak kecil yang tidak diberi ini pun menangis, merengek kepada orang tuanya untuk membeli kerupuk juga. Tak lama dua anak kecil tadi membawa snack yang lebih banyak, mereka pun makan bersama, saling berganti snack kebetulan snack mereka berbeda rasa, bagaimana dengan anak yang tidak ingin membagi tadi? Mendekat namun sama sekali tidak digubris temannya. Ia pun pulang dan merengek minta dibelikan lagi. Anak kecilpun tau kepada siapa dia mesti menghargai.

Kita bukan anak kecil lagi, sudah seharusnya kita lebih bisa bersikap dengan baik. Walau masalah yang kita hadapi tidaklah sedangkal anak kecil itu tapi dari situ lah kita mulai. Bagaimana pun kita sudah tau mana yang baik dan mana yang tidak baik. Gak mau dong ya disamakan dengan anak kecil?

Ketika ego menguasai diri, rasa sombong dan angkuh akan membatasi diri dari sikap menghargai orang lain.

Banyak orang yang merasa dirinya akan jatuh harga dirinya ketika menghargai orang lain. Merasa bahwa ketika menyalami penjaga gudang, tersenyum kepada pemulung, menyapa penjaja keliling akan menjadikan nya sederajat dengan orang itu. Derajat yang ia kotak-kotakkan sendiri. Merasa bahwa ia diatas dari beberapa orang kebanyakan. Betapa sulit dipahami prinsip yang demikian, kesombongan inikah yang dipelajarinya disekolah? Atau dipelajarinya dirumah? Bukan! Kesombongan itu tidak dipelajari dimanapun ia berasal dari dirinya sendiri.

Orang yang berpikir akan lebih tau kemana ia bawa hati dan pikirannya.

Obatnya orang sulit menghargai dan punya rasa sombong ini cuma satu yaitu sadar diri 🙂

Apapun yang kamu tanam itulah yang akan kamu panen.

Tapi ingat ketika kita menghargai seseorang tidak serta merta menjadi kan orang itu juga menghargai kita. Tapi jangan menjadikan mu berubah. Itu lah tanda bahwa kamu menjadi orang yang lebih istimewa dibanding dirinya.

@addini

Diposkan pada Uncategorized

Secarik Kertas itu adalah Surat

imageSurat Izinku
Surat Izinku

Ketika itu hari Sabtu, dan saya lupa tanggalnya berapa. Seperti biasa, awal masuk kelas, saya menanyakan kehadiran murid. Saat itu mereka dengan kompaknya memberitahukan surat izin salah satu temannya yang tidak hadir, hem… agak mengherankan juga. Ooh..ternyata mereka tidak sabar ingin saya membaca surat salah satu temannya itu.

Pandangan pertama saya tertuju pada format surat, ini mana tempat dan tanggal surat dibuat? Yang bertanda tangan mana namanya? Salam pembuka juga disingkatin bangeett… ini lagi ada sobekkan?! Aduh..

Oh..anggaplah murid ini belum paham betul bagaimana membuat surat dengan format yang benar.

Dengan penuh coretan disana sini saya mencoba membaca surat tersebut. Lucu dengan kepolosan nya ? Tentu siapapun mungkin akan tertawa dengan surat ini. Tapi bagaimana dengan isi surat? Apa yang ingin Dia utarakan disuratnya? Yah.. betapa Dia mengalami masa-masa yang sulit.

Jangan hanya menilai dengan apa yang terlihat. @addini

Diposkan pada Uncategorized

Hello guru!

Suatu ketika, saya duduk bersama murid. Saya ingat ketika itu kami baru saja selesai gotong royong kelas. Hanya dengan kegiatan yg sebentar itu banyak informasi yang saya bisa ambil dari mereka. Mulai dari nama orang tua si fulan, si fulan cinlok (cinta lokasi) sama si fulan, si fulan berantem sama si fulan, bagaimana usilnya seorang fulan yang terlihat begitu teladan, bahkan dapat mengetahui sisi baik dari seorang fulan yang begitu degil di kelas, sampai kepada bagaimana guru-guru dalam pandangan mereka.

Setiap anak memang memiliki kriteria guru yang ia suka. Ada yang lebih menyukai guru yang lembut dan murah senyum, ada yang menyukai guru yang kerjanya melawak saja, ada juga yang menyukai guru yang tegas dan agak sedikit killer, dan bahkan ada juga yang lebih menyukai guru yang jarang datang.

Yaps! Setiap murid memang spesial dan setiap guru juga tak kalah spesial! Setiap guru pasti ingin disukai oleh murid-muridnya. Hingga bermacam hal diperbuat guru agar menarik hati muridnya. Oleh karena itu setiap guru memiliki teknik mengajar yang berbeda satu sama lain, sama seperti tiap murid yang memiliki sifat yang berbeda. Bagaimanapun perbedaannya setiap individu dituntut untuk bisa menyesuaikan. Bukankah manusia makhluk sosial?

Bagi guru-guru diluar sana yang kehabisan akal untuk menarik hati muridnya, jangan berputus asa. Tetap sabar dan teruslah belajar, lakukan lah dengan penuh kebahagiaan. Yakinlah bahwa diantara makhluk muda itu ada yang akan merasakan aura positive yang kamu pancarkan.

Menjadi guru itu menyenangkan. Bagaimanapun sibuknya, bagaimanapun rempongnya, selalu ada hal menyenangkan yang bisa dibawa pulang dari mereka. @addini

Diposkan pada Uncategorized

Video Whatsapp

Baru-baru ini saya melihat video dari kiriman WA (whatssap) teman, lucu sekaligus menohok!!!.

Mengenai seorang muadzin (orang yg menyerukan adzan) yang merasa heran sebab tiap datang waktu shalat, tidak pernah ada yang datang ke mesjid. Berhari-hari muadzin selalu shalat sendirian.

Suatu ketika muadzin mendapat ide, dengan mic menyala ia menyanyikan lagu yang sedang viral “eta terangkanlaaah…eta terangkanlaaaah…” bagi yang membaca sambil melagukan pasti sudah tahu lagu viral ini.

Datanglah orang serombongan menuju mesjid. Memarahi si muadzin tadi.

Muadzin dengan kesal juga ia berkata
“Bapak atau saya yang gila, ketika saya adzan tidak ada yg datang ke mesjid, giliran saya nyanyi aja, bapak-bapak ke mesjid” lalu dia pergi, meninggalkan si bapak-bapak yg sikut-sikutan menahan malu.

Dan parahnya yg memarahi si muadzin itu adalah orang-orang yg biasanya melalaikan shalat, memilih bermain kartu, mengurus ternak dan kegiatan lainnya ketika penggilan shalat tiba.

Itu juga terjadi pada kita, tidak hanya mengenai adzan tapi juga hal lainnya. Ketika giliran berbuat baik, diejek, dicuekin, tidak ada apresiasi, tapi ketika melakukan kesalahan, ngurusinnya nomor satu.

Diposkan pada keguruan, Uncategorized

Cara Mengatasi Siswa Nakal

Siswa
Foto:pribadi

Setiap guru pasti pernah menghadapi siswa yang nakal. Walaupun sudah diingatkan berkali-kali, masih saja mengulangi perbuatannya. Kesal?! Manusiawi sih, tapi ingat! guru profesional harus mampu menahan amarahnya, sebab amarah yg tak terkendali hanya akan memperburuk suasana, terlebih lagi, siswa akan mencap buruk terhadap perlakuan guru tersebut, anak zaman sekarang lebih kritis loh buk, pak. Didukung lagi adanya UU No. 23 thn 2002 tentang perlindungan anak, yang juga mengatur tentang adanya perbuatan tidak mengenakkan terhadap siswa. Perlindungan guru? Belum ada buk, pak 😀

Memang lebih nyaman rasanya bila kita menghadapi siswa yang mudah diatur, tapi apa mungkin ada kelas yang sempurna kenyamanannya untuk mengajar? kebanyakan setiap kelas memiliki paling tidak satu siswa yang sulit diatur. Benar apa betul?? Jangan menyerah dulu pak, buk, karena disini lah kita uji profesionalitas kita dalam mengajar dan mendidik. Sabaaarr…kalau sabar bisa jadi amalan.

Oleh sebab itu lah saya akan mencoba membagi tips dalam menghadapi siswa yang sulit diatur berdasarkan pengalaman dan sumber bacaan*

A. Cerdas Membedakan Suasana
Guru jangan marah dulu jika siswa ribut hiruk pikuk, coba ditelusuri dulu, apakah mereka ribut karena membahas hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran saat itu atau tidak. Jika ribut karena membahas soal yang mereka belum paham, biarkan saja, siswa mungkin lebih paham jika teman sebaya yang menjelaskan atau mungkin mereka saling berbagi pendapat dalam mencari jawaban soal. Tugas kita hanya mengendalikan jika sudah terlalu ribut. Tapi, jika mereka ribut oleh sebab hal hal lain, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan:

1. Bila ada siswa yang meribut saat anda menjelaskan, berhenti sejenak, tunggu hingga kelas hening, jika beruntung siswa akan sikut sikutan untuk mendiamkan temannya. Tetaplah tenang dan tegas, tatap mata dari siswa yang ribut itu, hingga mereka diam dan sadar kesalahan mereka dan katakan “ibuk menjelaskan demi kalian, agar kalian berilmu, ibuk menyusun kata-kata demi kalian agar kalian paham, tapi apa begini balasan kalian terhadap usaha ibuk?”

2. Bila masih ada siswa yang bercerita saat guru menerangkan, coba dengan sikap tenang dan tegas, diam sejenak menatap mereka, perintahkan mereka kedepan dan menggantikan tugas anda sebagai guru dalam menjelaskan. Tujuannya agar mereka memahami sulitnya mengajar dan tidak enaknya saat tidak dihiraukan. Tapi kebanyakan siswa tidak bisa menjelaskan, hanya terlihat canggung dipandangi teman sekelasnya. Dari situ pun ia akan bisa mengambil pelajaran.

3. Bila ada siswa yang mengganggu teman sehingga membuat ribut coba suruh mereka kedepan untuk mengerjakan soal. Jika mereka kesulitan katakan “soal saja kamu sulit mengerjakannya, apalagi kamu meribut dan tidak perhatian!” sehingga mereka akan sadar kesalahan mereka.

4. Bila alternatif diatas tidak juga berhasil, perintahkan siwa yang ribut tersebut untuk berdiri kedepan dan katakan “ibu kira kamu tidak suka untuk diberi ilmu, silahkan tutup pintu dari luar, dan temui guru BK!”

5. Jika siswa bersangkutan berkali kali melakukan keributan dan tidak perhatian terhadap pelajaran, coba telusuri penyebab ia selalu tidak perhatian. Guru bisa mengundang orang tua siswa kesekolah atau bisa langsung mendatangi rumah siswa untuk bersilaturahmi dan mendiskusikan apa yang terjadi dikelas terhadap orang tuanya. Mungkin ada kasus tertentu sehingga berimbas pada kelakuan siswa.

B. Mengajarkan Kepemimpinan
Jika guru ingin menunjuk kembali siswa untuk mengerjakan soal, coba perintahkanlah siswa awal tadi untuk menunjuk siswa selanjutnya dalam mengerjakan soal. Jika ia tidak menjawab, tegaskan bahwa jika ia tidak menunjuk satupun, maka ia yang kembali akan mengerjakan soal. Sehingga ia berani mengambil keputusan untuk menunjuk temannya.

C. Membuka Pikiran Siswa
Jika siswa meminta bantuan dalam mengerjakan soal, katakanlah “loh, kenapa ibu yang menjawab, ibu kan yang membuat soal, berarti sama saja ibu tidak memberi soal untuk kalian kan” sehingga siswa akan memahami bahwa bantuan itu bukan dari pemberi soal. Dengan tidak ada nya bantuan, lain kali ia akan berusaha untuk memahami materi sehingga bisa menjawab soal.

Itu lah beberapa alternatif yang bisa dilakukan jika menghadapi siswa yang sulit diatur. Bila pembaca ada alternatif lain, bisa isi dikomen yaa….bisa tu bagi bagi pengalaman @addini

*Sumber bacaan:
Damayanti. Sukses Menjadi Guru Humoris dan Idola.2016.Araska;Yogyakarta.

Diposkan pada Uncategorized

Salam Sapa

Siapa saya?
Saya adalah Addini Maulida. Saya mengajar di sebuah madrasah negeri di kelurahan kecil, masih perlu belajar dan bimbingan.

Mengapa saya membuat akun ini?
Sebelum ini sudah ada beberapa blog dan wordpress yang sudah dibuat, tapi memang jarang dibuka sehingga pas login, mentok, lupa password dan email nya. Semoga ini adalah akun tulis menulis terakhir.
Saya hobi menulis dan membaca termasuk blog. Sebelum ini, saya menulis pada buku (yang kadang hilang begitu aja) kemudian note di ponsel (kadang terhapus saat clean up), sehingga terfikir ingin membuat blog sendiri, niat pertama nya sih ingin berbagi cerita.

Apa sih isi dari blog ini?
Awal mula dalam pembuatan blog ini saya ingin membagi cerita, ide, opini, yang kadang meloncat-loncat dalam kepala. Cerita, dan opini ini masih berada dalam lingkungan keguruan dan kependidikan. Opini dan cerita yang saya buat berdasarkan kejadian disekitar, atau juga bacaan dan segala yang sedang viral di media. Opini dan cerita pasti ada di setiap orang dong ya, maka dari itu saya ingin membagikan opini ataupun cerita agar dibaca publik dan bisa bertukar opini dan cerita pembaca sekalian, tinggalkan komentarnya ya setelah membaca, supaya kita bisa berbagi. Yang namanya opini tentu tak selamanya benar, salah mungkin ada. Mohon koreksi bila ada kekeliruan.

Life is journey