Diposkan pada writting/blogging

Libur Sekolah Karena Asap

Asap Didaerah Kami

Beberapa hari ini matahari kami tak segarang dulu. Ia tak seputih dulu, tak secerah dulu, sepanjang hari ia berwarna jingga dan kamipun mampu menatapnya. Bukan karena embun, tapi karena asap yang memenuhi langit kami. Udara serasa tak menentu, tampak redup namun terasa panas dan kering. Kesehatan kami mulai goyah, beberapa diantara kami mulai flu, dan batuk. Kami yang awam ini sungguh kurang paham apa yang sedang terjadi, ditambah lagi kami tidak memiliki papan digital pengukur udara yang mampu menunjukkan seberapa bahaya nya keadaan ini. Tidak ada takaran bahaya di tempat kami, yang kami tahu asap ini mulai menebal, tower kami pun sudah tak tampak lagi ujungnya. Asap mulai memenuhi kebun sawit kami. Dedaunan dipohon tampak tak sehijau kemarin. Asap mulai menghalangi pandangan kami.

Asap ini memang tak sepekat kota disana, namun kering ini sudah terasa, tegukkan air menjadi begitu dikejar. Beberapa artikal menuliskan korban dari udara yang berasap, ada yang pingsan bahkan hingga harus dirawat di Rumah sakit. Tapi kami tidak menyadari apakah kami benar-benar dalam bahaya. Apakah memang sebahaya itu?

Atas perintah surat edar, sekolah mulai diliburkan, murid dianjurkan untuk belajar di rumah, namun bukan menyambut baik beberapa wali murid menyayangkan kebijakan ini. Walaupun sekolah diliburkan anak-anak tetap tidak betah main di rumah tetap saja menghirup asap, lebih baik berada di kelas sekolah toh sama saja dengan ruangan rumah, di rumahpun menghirup asap juga, libur sekolah bukannya meniadakan asap tapi malah meniadakan pengetahuan katanya begitu. Tanpa mereka sadari ini melukai hati beberapa pihak, disatu sisi pihak sekolah ingin menjaga kesehatan murid, disisi lain ingin juga menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Imun tubuh kita berbeda-beda, ada yang kuat ada juga yang lemah, begitu juga dengan murid. Bagi imun tubuh yang kuat insyaallah akan baik-baik saja, namun bagaimana dengan imun tubuh yang lemah? Bisa jadi akan berakibat fatal. Untuk menghindari hal-hal negatif yang tidak diinginkan, sekolah berupaya melakukan sebaik mungkin sehingga diberikanlah kebijakan untuk sementara waktu mengurangi kegiatan murid diluar ruangan dengan meniadakan kegiatan sekolah agar tidak terpapar asap yang semakin pekat.

Pihak sekolahpun tentunya juga menyayangkan libur nya sekolah, sebab ini dapat menghambat kegiatan yang sudah dirancang, rencana pelaksanaan pembelajaran sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi. Lalu harus lagi menyusun ulang rencana untuk dapat menyelesaikan pembelajaran setelah beberapa waktu terambil. Kegiatan pembelajaran yang harus rampungpun menjadi makin kejar-kejaran. Kasihan murid menjadi ketinggalan pelajaran.

Kesehatan lebih utama dari segalanya, tentu kita tidak ingin siapapun jatuh sakit karena kelalaian yang sebenarnya bisa dihindari. Itulah usaha dari sekolah demi menjaga kesehatan anak dari bapak dan ibu, selanjutnya diserahkan ke bapak dan ibu dalam menjaga kesehatan anak di rumah. Jadi marilah sama-sama kita saling menjaga anak kita dari hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi akibat asap ini, begitulah harapan kami 🙂

_addini

Diposkan pada kiasan, writting/blogging

Rindu yang Menikam Kalbu

Rindu adalah teguran ringan bahwa kamu ingin bertemu. Tiadalah halangan bila ingin diusahakan, bertemu, lalu rindu pun terobati. Tapi bagaimana bila rindu itu dialamatkan bagi seseorang yang sudah tidak kamu temukan lagi didunia?
Kemana kaki hendak melangkah? Kemana mata hendak memandang? Kemana raga ingin dihantarkan? Usaha apa yang mesti diusahakan? Beribu macam rasa begitu melilit di hati.

Seketika kamu menjadi serba salah, sementara rindu semakin menikam kalbu.

Ingatlah, hidup itu fana. Kematian lah yang diharapkan mampu menyadarkanmu.

Rindu memang tak bisa kamu hapus begitu saja. Pun segala yang terasa dihati tak mampu serta merta terhapuskan.

Bungkuslah rindu mu di dalam doa. Lalu simpan rapi di hati. Bentuk ikhlasmu padaNya adalah satu kesenangan bagi dia.

Tangis bukanlah pengobat, dan pula rindu bukanlah suatu kesedihan yang mesti ditangisi.

🌼💕

@addini

Diposkan pada writting/blogging

Menghapus Postingan Lama diFaceBook

Pagi yang kurang kerjaan, iseng membuka profil facebook sendiri. Gulir dan gulir sampailah disebuah status yang sudah dibuat bertahun-tahun yang lalu. Terkejut dan merinding bukan main membaca status tak terduga! Dan mulai mengingat apa ini memang saya yang tulis? Ingat mengingat dan akhirnya sadar bahwa memang ini saya yang tulis.

Ada status dengan bahasa alay, lengkap dengan cara penulisan yang agak rempong, huruf besar lalu huruf kecil digado-gadoin, kutipan lirik lagu galau lengkap dengan emot galau berlebihannya, status dengan emot alay terlalu banyak yang bikin sakit mata. Belum lagi foto dengan pose mengimut-imutkan diri yang terlalu menggelikan untuk dilihat, dan foto dengan pose tanpa pertimbangan yang matang. Intinya postingan ditahun-tahun itu dipenuhi dengan postingan alay yang hakiki.

Status Alay

Mungkin beberapa dari pembaca juga merasakan apa yang saya rasa ketika melihat status facebook zaman dahulu kala. Mulai merinding membayangkan tanggapan orang lain ketika membaca status tersebut. Terlebih pengaruhnya dengan profesi kita yang dituntut untuk bisa digugu dan ditiru.

Pada saat itu memang tidak terpikir akibat apa yang akan ditimbulkan dari postingan tersebut. Melihat status muncul dilinimasa (beranda) saja sudah bahagia, apalagi sampai ada yang komen atau like. Bisa dikatakan wajar karena memang saat itu masih pada usia remaja, yang pada dasarnya tidak terlalu memikirkan resiko, walau pun tidak secara keseluruhan namun pada zamannya alay sedang meraja lela. Namun apakah ada pertimbangan postingan ‘sebagai remaja’ pada saat seseorang membacanya sekarang? Yah tentu tidak. Terlebih bila saja kamu sekarang adalah seorang atasan yang disegani, dan ternyata postinganmu yang dulu adalah seseorang yang alay. Membanting sekali dengan imej yang sudah kamu bangun. Memang tak bisa dipungkiri orang akan mulai membandingkan bagaimana kamu dulu dengan kamu yang sekarang.

Seiring berjalannya waktu sikap kita mulai berubah, mulai memikirkan sebab dan akibat dari perbuatan yang dilakukan. Cara berpikir kita yang mulai bijak ini bentuk upaya menghindarkan diri dari resiko yang akan ditimbulkan, baik dalam mengambil keputusan, berkata-kata, berperilaku, termasuk juga memutuskan postingan apa yang patut untuk dipublikasikan.

Beberapa perusahaan kini pun mulai selektif menyaring pekerjanya, bahkan menilai kepribadian calon pekerja dengan melihat postingan yang ada pada media sosialnya. Siapa sangka bahkan postingan yang dulunya kita anggap sepele kini menjadi begitu diperhitungkan. Pada kasus lain, bisa kita lihat beberapa artis atau tokoh politik yang menghebohkan publik akibat dari postingan dahulu kala yang dimunculkan kembali oleh selentingan orang untuk mencemarkan nama baiknya. Postingan yang sebenarnya banyak dipublis oleh orang awam menjadi begitu menghebohkan ketika itu dipublis oleh tokoh terkenal dan berpengaruh dimasyarakat.

Bisa jadi bukan sekarang tapi nanti kita pun akan menjadi orang yang diintai gerak-gerik nya. Mulai sekarang, ada baiknya berhati-hati dalam memosting sesuatu. Apalagi nih yang sudah mulai beranjak usia dewasa. Lalu bagaimana dengan status kita yang sudah lewat? Bisa jadi kita tidak sadar bahwa ada beberapa orang yang kurang kerjaan atau memang ingin menjatuhkan kita dengan mencari info untuk dijadikan bahan cemoohan. Naudzubillah! Atau bisa jadi seseorang yang menaruh hati pada kita sedang menilai melalui postingan yang pernah kita bagikan (geer bener ya).

Sebelum terlambat sama sekali, yuk kita cek postingan yang telah lalu bilamana ada postingan yang agak ‘ceroboh’ untuk dihapus. Ini langkah-langkahnya:

  1. Login facebook
  2. buka profil-mu
  3. klik filter postingan yang ada pada linimasa (dibawah sorotan cerita)
  4. pada menu buka, pilih tahun yang akan dicek
  5. pilih selesai, maka pada linimasa akan muncul postingan pada tahun yang kamu pilih
  6. bila ingin menghapusnya pilih menu (berupa tiga titik) pada postingan, bisa diedit, bisa dihapus atau batasi privasi.
  7. bila ingin mengecek tahun yang lain, lakukan kembali dari langkah 3 diatas.

Demikian lah cara untuk menghapus postingan lama difacebook yang mungkin tidak ingin kamu munculkan kembali pada linimasa. Semoga bermanfaat 🙂

@addini

Diposkan pada Dongeng

Bona Si Gajah yang Gendut

Kartun gajah

Bona adalah seekor gajah pemalu yang ingin sekali berteman. Hari ini adalah hari kepindahannya di hutan yang baru. Ditempat yang baru, bona ingin sekali mencari teman. Ketika berjalan-jalan mengenali lingkungannya, ia melihat musang dikejauhan. Ia mendekati musang lalu mulai memperkenalkan diri. “maukah kamu berteman denganku?” musang tertawa, “kamu ingin berteman denganku? Tapi kamu gendut sekali” ia tertawa keras, Bona menjadi sedih lalu ia berlari ke kolam, ia bertemu dengan kijang, dan menanyakan hal yang sama, “wah saya suka sekali dengan hewan gendut sepertimu” lalu mereka berjalan-jalan bercerita segala hal. Bona senang sekali sebab ia telah mendapatkan seorang teman yang menerima kekurangannya, hingga dirumah ia tidak sabar hari berlalu agar bisa bermain lagi dengan temannya, musang.

Pagi pun tiba, Bona berjalan dengan riang menemui kijang. Namun setibanya ia ditempat kijang, Ia terkejut ketika kijang sedang asik bermain dengan panda. Dengan kecewa Bona mendekati mereka, “kijang, bukankah kita akan pergi ke bukit?” kijang mendongak melihat Bona, “aku rasa, aku berubah fikiran, saat ini aku ingin bermain dgn panda saja” lalu mereka kembali bermain tanpa mengajak Bona ikut serta. Padahal kijang pernah mengatakan bahwa ia menyukai hewan gendut sepertiku, tapi mengapa aku ditinggalkan?

Bona merasa sedih, ia berlari ke taman. Sampailah Bona di taman, Di sana ia melihat kelinci, bona mendekati kelinci dengan ramah, “aku tak ingin berteman dengan hewan gendut sepertimu” ucap kelinci ketus, lalu masuk ke liangnya. Bona merasa terpukul. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan zebra, “kamu anak baru ya?” tanya zebra “iya betul, aku Bona, maukah kamu berteman denganku?” zebra mengangguk, “tentu saja, mau kutunjukkan kolam yang bagus disini?” Bona mengangguk, lalu mereka berjalan ke kolam lumpur yang begitu luas. Disana mereka berlarian saling mengejar. Bona selalu tertinggal jauh, sebab ia terlalu sulit membawa badan nya yang gendut.

Waktu berjalan cepat, Hari pun petang, mereka berjalan kerumah masing-masing, sebelum berpisah jalan, zebra berkata kepada Bona “sebaiknya kamu kurangi berat badanmu, aku lebih suka dgn teman yg kurus dan berlari cepat”, Bona terkejut “baiklah, aku akan coba” keesokkan harinya, Bona tidak bermain dengan temannya, ia sibuk berolahraga utk mengurangi berat badannya, ia berlatih seharian, dan tidak makan hingga larut malam dan akhirnya ketiduran di depan rumah.

Usaha Bona tidak sia-sia, kini ia lebih kurus dari kemarin. Tak sabar ia ingin menjumpai zebra, mungkin saja zebra juga rindu kepadanya sebab kemarin tidak berjumpa. Dengan hati riang ia menjumpai zebra untuk menunjukkan badan indahnya. Tapi zebra tidak dirumah, lalu ia menuju kolam lumpur, pasti zebra disana, tebaknya. Benar saja, zebra memang disana tapi bersama gajah yang lebih gendut darinya, mereka bermain lumpur. Gajah itu menyemburkan lumpur ke zebra yang bergembira. Bona mendekat, teman zebra itu bertanya kepada zebra “siapa dia?”, zebra menatap Bona, “aku tidak kenal” lalu mereka berlarian menjauh. Ternyata zebra tidak mengingatku, dan ia tidak kehilanganku sama sekali padahal kemarin tidak bertemu. Bona merasa kecewa, masih terekam jelas diingatan ucapan zebra kemarin, bahwa ia menyukai hewan yang tidak gendut, lalu menyuruhnya untuk menguruskan badan, tapi sekarang ketika ia sudah kurus, zebra malah pergi dengan temannya yang lebih gendut. Bona tidak mengerti.

Bona merasa sangat sedih, ia berjalan lunglai kembali kerumah, lalu memakan semua stok makanannya sebab ia terlalu lapar. Badannya pun kembali seperti semula.

Bona merasa sepi, ia sedih tidak ada yang menyukainya dan mencoba menghibur diri dengan berjalan-jalan. Belum terlalu jauh ia berjalan, ia pun berhenti di taman, sebab ia terlalu lelah membawa badannya yang gendut. Taman juga sedang sepi, menambah rasa kesedihan dihatinya, ia pun duduk di rerumputan menikmati semilir angin, berharap sedih ini juga terbawa oleh angin.

Tiba-tiba ia terkejut melihat musang mendekat, ia siap-siap ingin berlari, sebab merasa jengkel kepada musang yang telah menertawakannya karena gendut. “hei Bona, kenapa kamu lari? Bukannya kamu mau berteman denganku?” ucap musang sambil tersenyum lebar. Bona merasa heran, ada apa dengan musang ini? Melihat bona yang diam saja musang melanjutkan ucapannya “aku mencari mu tiap hari, aku ingin minta maaf telah menertawakanmu tapi kamu tidak ada, alamatmu aku juga tidak tahu, ” Bona sedikit merasa lega, ternyata musang tahu kesalahannya, “baiklah, sudah aku maafkan” kata Bona, “syukurlah, di seberang sana ada pertunjukkan, yok kita nonton sama-sama” ucap musang itu lagi seraya menarik belalainya. Ternyata musang tidak seburuk yang dikira, dia hewan yang ceria, dengan terbuka mengucapkan semua yang ada difikirannya, dan menjadikannya lawakan.

Setiba di tempat pertunjukkan beberapa hewan telah berkumpul. Seekor kancil menertawakan Bona yang berjalan bersama musang. Bona menjadi sedih dan ingin berlari, namun musang menahannya, dan menegur kancil yang tidak ada sikap sopan terhadap hewan lain. Bona pun merasa terharu, padahal musang juga pernah menertawakan bentuk tubuhnya namun ketika kami sudah berteman, musang lah yang pertama kali melindungi dan menghiburnya dari ejekkan hewan lain

Bona tidak peduli lagi bahwa musang pernah menertawakannya, yang ia tahu musang kini menjadi teman yang walaupun sadar kekurangannya, bahkan juga ikut menertawakan kekurangannya, namun ketika ada yang mengejek kekurangannya ia berada paling depan, dan tidak pernah menjauh. Kini Bona dan musang selalu pergi bermain bersama. Mereka tidak ingin saling meninggalkan.
(sebuah dongeng karya @addini)

Diposkan pada kiasan, Uncategorized

Menjelang Tidur

Sepi dan sunyi, hanya desauan angin mengisi kekosongan malam, sesekali juga terdengar aungan mesin kendaraan dari jauh, kemudian sunyi kembali. Hari ini tidak ada ketukan burung pelatuk, hujan hari ini tak juga mengundang nyanyian kodok, dan kemana para jangkrik?

Sudah waktunya terlelap bahkan sudah begitu jauh dari biasanya, namun aku masih saja berada diantara nyata dan maya. Kesunyian ini menggerakkan putaran waktu dalam bayangan. Membalikkannya kebelakang. Sebagian ingin menghilang namun masih berkubang.

Ada tanya dan sesal yang bergejolak hebat difikiran.

Hari ini…
Apa yang sudah dilakukan?
Apakah yang dikerjakan hari ini benar-benar berguna?
Kelalaian apa saja yang sengaja dan tak sengaja dilakukan?

Sudah benarkah apa yang dikerjakan?

Adakah perlakuan yang salah?
Apakah ucapan tadi menyakitkan?

Adakah yang marah?

Adakah yang tersakiti?

Bertubi-tubi menjadikan anak panah yang menghujam tepat di satu target.

Semakin larut dalam malam semakin kalut pula dalam fikiran.

Waktu terus berjalan sedang fikiran masih terkungkung dibelakang.

Cepatlah terlelap~

(pada suatu malam yang terlalu pagi)

22052019
@addini

Diposkan pada kiasan, nasehat, writting/blogging

Mengabaikan Bayangan

Pagi yang cerah menjadi berubah. Kamu yang mengakhiri pagi dengan bahagia kini tak lagi sama. Kamu menjadi bukan kamu yang kemarin. Hari demi hari yang kamu jalani menjadi begitu suram sejak sebuah bayangan mengeruhkan segala apa yang ada dalam fikiranmu. Hingga suatu saat kamu berpikir ingin lari darinya, menganggap bahwa pelarianmu mampu merubah segalanya.

Tidak asing lagi bahwa ditempatmu berdiri juga ada bayangan yang berjalan bersamamu, ia hilang ketika segalanya begitu gelap bahkan untuk melihat tanganmu kamu tak mampu.

Dan ia juga hilang ketika segalanya begitu terang dan menyilaukan, bahkan untuk membuka matapun kamu tak sanggup.

Wah! Betapa banyak yang kamu korbankan hanya untuk menghilangkan bayangan yang bahkan sebenarnya bisa kamu abaikan. Sebagaimana kamu mengabaikan bayangan yang berjalan bersamamu.

Ketika bayangan itu hilang, mampukah kamu meyakinkan diri bahwa itulah kebahagiaan? Atau hanya dalam ekspektasimu semata? Sebagaimana hayalan hayalan kekanakkan yang pernah kamu buat hanya demi kesenangan. Peri, pangeran, bidadari, nirmala, sayap, tongkat ajaib, kuda semberani dan segala macam hal yang membumbui hayalan.

Allah tidak menjanjikan langit akan selalu biru, bunga selalu mekar, matahari selalu bersinar, tapi Allah menjanjikan bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Akan ada pelangi setelah riuhnya badai.

Luka yang tak pernah kering? Sadarilah bahwa kamu sendiri yang menggores luka itu hingga menjadikannya menganga, bahkan kamu menggoresnya setiap hari hingga tak ada kesempatan untuk mengering.

Tentang bayangan, abaikanlah perlahan, lalu biarkan ia menjadi hambar dengan sendirinya.

Menit menit yang mengiringi kehidupanmu begitu berharga, akan lebih bijak bila menjadikannya indah hingga dimenit terakhirmu. Di menit kehidupan kamu akan jumpai begitu banyak rasa. Rasa yang menjadikan corak pada lukisan perjalanan. Ada rasa yang kamu suka dan ada rasa yang tidak kamu suka. Suka dan tidak suka itu milik semua orang, bukan kamu saja. Tinggal bagaimana kamu mengelola perasaan yang berkecamuk itu.

Jadikan suka/bahagia sebagai penyemangat, dan duka sebagai penguat.

Tenangkan resah gelisahmu sebab masih ada nikmat yang melimpah.

Betapa meruginya kamu, hanya karena sebuah bayangan, buliran nikmat dari sang kuasa tak sempat kamu sadari.

….

Usap air matamu, kembangkan senyuman, lalu berjalanlah dengan bahagia. Tertawalah maka dunia akan tertawa bersamamu.

Teruntuk muridku yang dilanda rasa kecewa

@addini

Diposkan pada karakter, kiasan

Marah

Smile

Orang yang sedang marah itu bagai kayu yang terbakar, semakin ia marah maka semakin membara ia, seketika orang takut, tak berani mendekat, namun tak selamanya kayu itu dapat membara, ada kalanya ia padam.

Tahu apa yang terjadi setelah itu?

Kayu yang tadinya membara, kini menjadi abu. Rapuh. Tak ada daya. Tak seorang pun yang takut pada abu, semua orang berani mendekatinya, menginjaknya, menepisnya. Yang tersisa hanyalah bekas hitam tempat ia terbakar. Orang yang lalu tak peduli mengapa ia terbakar, yang mereka tahu, bekas hitam itu begitu mengganggu.

Ketika semua telah mereda, kayu merasa hampa, ia sadar bahwa segalanya tak lagi sama.

Memang, amarahnya telah menghabisi dirinya sendiri.

Seberapa pantaskah amarah yang kita lontarkan?

Sebaik-baiknya kesabaran adalah ketika kamu lebih memilih diam, padahal dalam hatimu beribu cacian anak panah siap untuk dihujamkan

Takaran emosi orang mungkin berbeda, kesulitan untuk menahan emosi mungkin juga berbeda.

Semua hanya masalah waktu, apapun yang kita perbuat, waktu akan membuktikan kebenaran sikap kita.

Menahan amarah memang tidak mudah. Tapi ingatlah kebaikan dan balasan yang akan diterima bagi orang yang bersabar selalu lebih indah dan menyenangkan.

@addini

Diposkan pada writting/blogging

Smartphone Bagi Guru

Smartphone bagi guru

Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling sempurna, salah satu kelebihan manusia adalah adanya akal. Dengan adanya akal, manusia bisa memahami ilmu untuk menemukan segala cara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tahun berganti tahun, memberi kesempatan bagi inovator untuk menemukan segala sesuatu. Salah satu karya inovator yang paling digandrungi saat ini adalah teknologi berupa ponsel cerdas atau smartphone. Perkembangannya pun sangat cemerlang. Ponsel cerdas ini begitu diidamkan karena beberapa kelebihan yang dimilikinya dibandingkan ponsel genggam lainnya.

Smartphone adalah ponsel yang sangat canggih, dengan berbagai kegunaannya. Dari segi perangkat keras ia memiliki prosesor terbaik dengan kecepatan tinggi yang memungkinkan untuk menopang kerja secara keseluruhan, misalnya adanya perangkat keras berupa kamera yang dapat dijadikan sebagai alat perekam video, melakukan panggilan video dan bahkan mengambil ribuan momen dalam bentuk foto. Smartphone memiliki tempat penyimpanan internal dan eksternal yang mampu menampung video dan momen serta data lainnya. Dari segi perangkat lunak, ia memiliki layanan akses data sehingga penggunanya bisa terhubung dengan aktifitas internet. Layanan akses data ini bermanfaat untuk keperluan chatting, browsing, e-mail, hingga posting ke sosial media.

Teknologi multiguna ini sudah selayaknya digunakan sebaik mungkin. Dalam perkembangan pendidikan, smartphone bisa dijadikan sumber belajar yang mudah diakses bagi siswa maupun guru. Dengan penggunaan kouta data, siswa dan guru dapat mengunggah fitur e-book pada smartphone untuk selanjutnya dijadikan sumber belajar, selain itu dengan adanya akses internet siswa dan guru dapat dengan mudah menjelajahi dunia pengetahuan melalui aplikasi browsing. Berbagai macam aplikasi dengan mudah diunggah untuk berbagai tujuan, bisa hanya sebagai hiburan atau bahkan membantu keperluan kita.

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya dalam memanfaatkan aplikasi smartphone untuk pembelajaran. Terinspirasi dari unggahan video-video siswa pada media sosial yang begitu kreatif dan tak terduga, saya pun mendapatkan ide untuk memberi projek berupa presentasi video kepada siswa. Presentasi video merupakan suatu presentasi yang dikemas dalam bentuk video yang dikembangkan melalui proses perekaman gambar dan suara menggunakan alat perekam. Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat presentasi video agar lebih spesial, diantaranya adalah vivavideo, inshot, windows movie maker, kinemaster, dan lain-lain yang tersedia di playstore.

Saya membebaskan siswa untuk memilih aplikasi yang disukai, dan banyak diantara mereka yang lebih memilih aplikasi vivavideo sebab memang sudah memiliki aplikasi ini. Selain mudah hasilnya pun memuaskan. Bagi sebagian pengguna smartphone pemula, mengedit video menggunakan aplikasi vivavideo merupakan hal yang sulit. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini saya akan membagi sedikit informasi mengenai cara mengedit video menggunakan aplikasi vivavideo di smartphone. Tentunya sebelum mengedit kita perlu menyiapkan video-video yang akan diedit dan juga sudah menginstal aplikasi vivavideo yang dapat diunggah pada playstore.

Langkah-langkah pengeditan:

  1. Buka aplikasi vivavideo
  2. Pilih menu edit untuk memulai proses editing video
  3. Pilih video yang akan diedit, selanjutnya ditampilkan video yang sudah dipilih, disini akan ada 3 ikon, yaitu ikon putar, memperkecil ukuran, dan memotong durasi video
  4. Tap add/tambahkan jika tidak ingin dipotong
  5. Jika ingin memotong durasi video, geser durasi video hingga sesuai yang diinginkan, preview hasil potongan juga bisa diputar disini, jika sudah yakin tap cut (ikon gunting) untuk menyelesaikan, dan tap add/tambahkan
  6. Pilih video lain yang ingin ditambahkan, lakukan hal yang sama seperti langkah 3 sampai 5
  7. Jika sudah semua video terpilih, tap ‘next/selanjutnya’ yang ada dibagian bawah layar
  8. Pilih tema dengan tap tombol tema dibagian bawah layar, disini ada pilihan tema gratis dan berbayar
  9. Jika ingin menambah suara latar, tap tombol music dan pilih audio/rekaman suara atau music yang sudah disiapkan
  10. Jika sudah selesai tap ‘bagikan/share’ lalu ‘simpan ke galeri/export gallery’

Untuk pengiriman video saya memilih aplikasi whatshapp, beberapa anak mengirimnya lewat massanger, selain mudah, kebanyakan siswa sudah memiliki kedua aplikasi ini, namun sayangnya, aplikasi ini membatasi durasi, sehingga beberapa siswa mesti mengirim video hingga dua bagian, selain itu aplikasi ini juga mengkompresi video menjadi ukuran kecil sehingga video menjadi tidak sejernih yang asli.

Untuk guru yang ingin video siswa ukuran dan durasi seperti aslinya, saya sarankan dalam pengiriman tugas pengiriman video sebaiknya menggunakan penyimpanan drive. Pertama guru dan siswa harus memiliki drive, selanjutnya guru menyediakan satu folder pada drive nya untuk bisa dibagikan dengan teman (disini sebagai siswa) yang bisa dipilih dalam pengaturan folder, kemudian siswa bisa menyimpan videonya ke folder drive yang sudah dibagikan tersebut yang otomatis akan terbaca pada folder drive guru. Kekurangan menggunakan drive ini, guru harus mengunggah video yang sudah dikirim dengan ukuran asli sehingga butuh penyimpanan ponsel yang memadai dan juga kuota data yang memadai.

Semoga bermanfaat 🙂 @addini

Diposkan pada kiasan, nasehat, writting/blogging

Arti Sebuah Perasaan

Perasaan

Perasaan merupakan ilmu hudhuri yang tidak bisa diungkapkan sebagaimana adanya.

Banyak kita mendengar ungkapan kesedihan seseorang, tapi apa dia memang sesedih sebagaimana yang ia ungkapkan? Hanya dia dan Allah yg tahu. Banyak pula kita mendengar ungkapan kebahagiaan seseorang, tapi apa dia memang sebahagia itu? Hanya dia dan Allah yg tahu.

Perasaan adalah hal yg misterius. Apa yg kita ungkapkan tidak benar-benar sebagaimana apa yg kita rasakan. Ketika kita menyelami lautan perasaan seorang yang terdekat sekalipun, hanya gelap yg terlihat, adapun yang terlihat hanya terkaan belaka. Kita tidak benar-benar tahu sampai kita menjadi pemilik perasaan itu.

Lalu, apa yg diharapkan dari seseorang yg bersedih?

Hiburan?

Nasehat?

Diabaikan saja?

Kita juga tidak tahu persis apa yg diharapkan dari pemilik perasaan. Ketika semampunya kita menghibur pemilik perasaan yg bersedih itu, tidak akan sepenuhnya bisa dirubah. Mungkin ia tertawa terbahak, mungkin ia menangis hingga meraung, tapi ia masih membawa kesedihan bersamanya.

Pemilik perasaan lah yg hanya bisa memahaminya.

Mereka tak bisa berharap apapun dari orang lain sampai ia sendiri yang bisa memulihkan hatinya. @addini

Diposkan pada writting/blogging

Kamu Bisa

Setiap orang pasti ingin sukses dalam setiap kegiatannya. Namun tidak banyak orang yang mewujudkan niatnya itu. Niat hati yang ingin sukses dalam mengerjakan tugas, tersendat ketika tidak lagi bisa memahami soal, tidak mengerti apa yang harus dikerjakan, atau mungkin malas untuk berpikir sehingga gagal mengerjakan sendiri. Banyak yang akhirnya terjerumus dalam godaan untuk menyontek.

Kesanggupan kamu hari ini, akan menentukan bagaimana kamu hari esok.

Memang belajar itu sulit, jika belajar itu mudah ya tentu tidak perlu ada sekolah. Cukup kamu beli buku, pelajari sendiri dirumah, evaluasi sendiri, tidak perlu ada peraturan, tidak ada yang menegurmu, tidak perlu mandi pagi, kalau musim panas tidak perlu gegerahan disekolah, kalau musim hujan tidak perlu bebebasahan lagi disekolah, dan intinya gak perlu capek kesekolah. Asik gak tu?

Tapi tunggu dulu, coba pikir lagi, apa memang sekolah senyebelin itu? Padahal dengan bersekolah kamu bisa bertemu banyak teman sebayamu. Apa tanpa sekolah kamu bisa bertemu teman sebanyak itu?

Di sekolah juga ada guru-guru yg mendidik, membimbingmu dan mengajarkanmu berbagai macam ilmu dan pendidikan. Dia bisa menjawab materi yang membuatmu bingung. Apakah dengan adanya guru mempersulitmu dalam belajar? Tentu tidak.

Disekolah kamu bertemu teman sebayamu, dari mereka, kamu juga bisa belajar banyak hal. Ketika bergaul kamu bisa menilai karakter temanmu. Seiring berjalan waktu nanti kamu akan tahu karakter mana yang lebih disukai, sehingga kamu termotivasi untuk berlaku demikian. Usia remaja adalah usia “imitasi”, dimana pada usia ini, kamu cenderung meniru karakter seseorang, entah itu idolamu, temanmu, atau seseorang yang kamu kenal lainnya. Memang sudah lumrahnya demikian. Jika saja kamu tidak bersekolah, duniamu terbatas, karakter yang kamu lihat tidak banyak.

Pikirkan lah, banyak anak sebayamu yg ingin menjadi sepertimu, tapi tidak mampu.

Sekolah merupakan tempat kamu merubah kesulitan itu agar menjadi mudah.

Harusnya kamu memperhatikan bagaimana sekitarmu. Tidak segala kesenangan dan hura-hura hari ini, menjadikan kesenangan dimasa depan. Menyontek itu memang mudah, tapi apa yang bisa kamu dapat selain salinan itu? Coba bandingkan bila kamu yang mencari tahu pangerjaannya, lalu mulai mengerjakan sendiri. Hasil kerja sendiri itu lebih melegakan, apapun hasilnya. Rendah? Its ok, bisa jadi pelajaran untuk kedepannya. Bukankah kita juga belajar dari kesalahan untuk tahu mana yang benar.

Mulailah mengenali dirimu, bagaimana kamu, dan apa yang kamu mau. Letakkan dirimu dan juga harapanmu di tempat terbaik, jangan melangkah ke tempat yang bisa menjatuhkan martabatmu sendiri. Kamu terlalu berharga untuk dipandang rendah. Mulailah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik.

Muliakanlah dirimu dengan ilmu.

Kalau tidak hari ini, kapan lagi? @addini