Diposkan pada keguruan, writting/blogging

Pentingnya Sekolah

Belajar tatap muka terbatas

Sudah lama sejak libur pandemi dimulai. Hal ini menimbulkan banyak perubahan dibeberapa bidang termasuk pendidikan.

Meski sulit dipungkiri bahwa sekolah daring bukan berarti libur sekolah. Berkali-kali guru secara daring mengingatkan bahwa masa pandemi bukan berarti sekolah libur atau tugas sekolah boleh tidak dikerjakan hanya karena tidak belajar di sekolah. Berkali-kali pula guru menyemangati murid-murid untuk tetap semangat belajar dengan caranya masing-masing.

Awal masa belajar daring, murid masih semangat merespon diskusi online namun lama kelamaan mereka menjadi jenuh. Beberapa dari mereka berkeluh dalam grup bahkan chat japri gurunya untuk cerita betapa rindu nya mereka sekolah.

Lama nya mereka tidak belajar di sekolah dan juga akibat jenuhnya belajar daring, terlebih tidak bisa tiap hari berkumpul dengan teman-teman di sekolah, mereka mulai mencari cara untuk mengisi waktu luangnya. Beberapa dari mereka memilih untuk bekerja part time. Ada yang menjaga toko, rumah makan, warteg, minuman, berjualan di pasar, menjaga parkiran, membuka usaha baru seperti berjualan air tebu, gorengan, jualan keliling, sampai berjualan online. Alih-alih tidak diberi uang jajan mereka malah menghasilkan uang sendiri. Dengan uang tersebut mereka jadi bisa menggunakan sesukanya, terlebih seringnya menjelajah dunia maya, mereka jadi punya role mode, tampilan mereka jadi lebih bergaya. Sedihnya bila mereka memilih role mode yang berprilaku menyimpang dari norma masyarakat.

Amat disayangkan bila kerja part time mereka ini menjadi halangan bagi mereka untuk belajar. Mereka jadi tidak punya waktu luang untuk menyimak materi secara daring apalagi mengerjakan tugas yang diberikan. Beberapa diantaranya menjadikan alasan untuk tidak belajar sementara beberapa yang lain masih bisa mengerjakan tugas meski sedang bekerja, misalnya mengerjakan tugas sambil menjaga toko ketika sepi. Pemandangan seperti ini biasa dilihat disini.

Ada pula siswa yang memiliki penguasaan ilmu yang bagus dibanding teman lainnya. Dengan waktu luang yang ada ia mencari grup belajar online di luar sekolah untuk berbagi ilmu dengan teman lainnya, rajin mencari ilmu secara online dan rajin bertanya dengan guru pada hal-hal yang ia tidak mengerti. Catatannya rapi, lengkap dan penuh warna serta ditulis dengan indah.

Setelah setahun lebih belajar secara daring, pemerintah mulai mengizinkan sekolah secara tatap muka terbatas. Sekolah diperintahkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dari sini guru-guru mulai melihat dampak dari belajar secara daring dalam arti tidak berjumpa disekolah. Selain dari sedikitnya ilmu yang mereka dapatkan akibat terbatasnya bimbingan dalam mengajar, mereka juga menjadi bebas dengan penampilan mereka, tidak ada lagi peraturan sekolah yang menghalangi mereka, yang cowok dengan beraninya ke sekolah dengan rambut gondrong berwarna, yang cewek dengan beraninya menggunakan liptint, maskara, dan masih banyak lagi hal-hal yang dilarang sekolah mereka langgar. Tidak merasa takut untuk membawa ponsel kesekolah bahkan bermain tik tok dan bermain game online. Ucapan serta perilaku mereka yang kurang sopan terhadap orang yang lebih tua. Belum lagi adanya aduan dari teman-temannya bahwa ada siswa yang berlaku menyimpang di luar sekolah. Orang tua mengaku sudah lelah menasehati anaknya namun tidak didengarkan dan ada pula orang tua yang tidak mengetahui prilaku menyimpang tersebut, misalnya membuat status whatsapp yang tidak-tidak.

Awal masuk sekolah begitu banyak siswa yang dipanggil untuk dinasehati terkait pelanggaran itu. Pada awalnya bahkan mereka merasa tidak sungkan untuk menjawab dengan ketus ketika ditegur, seperti mencari alasan untuk membela diri.

Hampir sebulan diberlakukannya belajar tatap muka terbatas. Suasana sudah tidak semencekam dulu ketika awal masuk sekolah. Mereka sudah mulai berpenampilan rapi sesuai aturan sekolah. Mereka sudah mulai merasa malu ketika mendapat teguran. Meski ada beberapa yang masih perlu nasehat yang serius namun sudah begitu banyak perubahan yang dirasakan terlebih respon mereka yang sudah mulai sopan terhadap guru.

Sekolah memang bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan namun juga menjadi tempat untuk mendidik ke arah yang lebih baik. Dari perbedaan sikap siswa ini, mulai dari sekolah daring dan tatap muka kita bisa melihat betapa pentingnya peran sekolah bagi siswa.

Memang benar bahwa pendidikan itu adalah bentuk usaha untuk memanusiakan manusia.

Adn_

Diposkan pada writting/blogging

Filosofi Parfum

Parfum

Pasar online berkembang begitu pesat dewasa ini. Hampir segala produk sudah bisa dibeli secara online, mulai dari yang ringan seperti makanan dan minuman, aksesoris, pakaian, tas, sampai yang berat seperti lemari, mesin dan alat-alat pertukangan.

Sebelum kita membeli produk tentu kita akan benar-benar membaca deskripsinya, terlebih produk yang belum pernah sama sekali kita miliki alias masih coba-coba beli. Disitu kita akan mulai membaca review-review pembeli supaya lebih mengetahui gambaran produk yang akan dibeli dan berharap tidak kecewa nantinya.

Termasuk bila kita ingin membeli parfum yang sama sekali belum pernah kita coba. Tentu kita akan mulai mencoba membayangkan aromanya. Misalnya dideskripsi tertulis aromanya seperti pohon pinus, atau mungkin bunga-bungaan atau buah-buahan. Kita membayangkan aroma berdasarkan deskripsi tersebut, termasuk juga review-review pembeli. Setelah merasa wanginya seperti yang kita hendaki barulah kita bisa memilih.

Sekalipun kita sudah memilih aroma yang kita sukai, kita belum benar-benar tahu bagaimana aroma sesungguhnya. Setelah parfum itu sampai ditangan baru lah kita bisa merasakan aroma yang sesungguhnya. Terkadang aromanya seperti yang kita bayangkan, terkadang juga tidak.

Seperti itu juga lah kisah hidup seseorang, meskipun kita tahu kisahnya, kita tahu ceritanya, kita belum tentu tahu perasaannya. Bagaimana sedihnya, kecewanya, bahagianya, bangganya kita tidak tahu persis. Kita hanya tahu kisahnya.

Sikap seseorang yang bertentangan dari anggapan yang kita buat, bukanlah tanggung jawab kita untuk menjadikannya harus sama. Setiap orang tentu punya alasannya sendiri, tentu ada latar belakang yang menjadikannya demikian.

Setiap kita terlahir berbeda. Mulai dari kondisi keluarga berbeda, lingkungan dalam dan luar berbeda, gen yang diturunkan ke kita juga berbeda. Sekalipun satu keluarga kita memiliki faktor-faktor dalam dan luar yang berbeda.

Memahami orang lain memang tidak mudah, namun dengan kita ikut merasakan apa yang ia rasakan, dan membimbingnya menjadi lebih baik dengan cara yang baik, mungkin ia akan menganggap hati kita lebih wangi daripada parfum yang ia punya.

Diposkan pada writting/blogging

Masker, Menjaga Diri dengan Gaya

Berbagai model masker

Covid-19 sudah memasuki bulan ke-21 sejak mulai menggemparkan dunia. Kasus nya masih belum hilang, beberapa orang masih ada yang terjangkit virus pernapasan ini, namun kebanyakan setelah dirawat dengan baik mereka yang terjangkit bisa sembuh. Dengan adanya ilmu dan info yang banyak beredar di media terkait perawatan penderita covid-19, beberapa orang memilih untuk isolasi mandiri dirumah dengan menerapkan protokol kesehatan dan mengonsumsi makanan yang dianjurkan.

Dengan belum berakhirnya masa pandemi, penggunaan masker masih sangat ditekankan. Pada awalnya penggunaannya yang sedikit ribet membuat orang-orang keberatan menggunakannya, apalagi bagi perempuan berhijab, kebanyakan masker yang dijual adalah masker kuping, belum lagi bahannya yang bikin sesak napas. Ribetnya juga ketika kita berkegiatan harus membuka masker, mau minum atau makan misalnya, terpaksa masker ditarik ke dagu dulu, tapi bikin gak nyaman ketika makan, atau pilih diletakkan, jadinya gak bersih dong kan.

Oleh karena keluhan ini, model masker sekarang sudah mulai menyesuaikan kebutuhan, ada yang menjual aksesoris masker sebagai pengait untuk masker kuping, ada aksesoris penggantung masker di leher, ada pula masker tali serut yang talinya bisa dieratkan dan bisa direnggangkan sesuai kebutuhan. Bahan kainnya juga semakin bagus, lembut dan gak berasa sesak nafas lagi, coraknya juga beragam, bikin semangat yang makai. Uniknya sekarang juga sudah ada yang menjual baju gratis masker dengan corak yang sama dengan bajunya. Jadi masker makin kesini menjadi semacam trend fashion.

Orang-orang sepertinya banyak yang sudah terbiasa menggunakan masker meskipun masih turun-naik, kebanyakan nyangkut di dagu, atau digantung saja di leher tapi mereka sudah mulai berusaha membiasakan diri dengan masker. Yah paling tidak di dalam tas sudah menyediakan masker jadi kalau ada teguran atau bagaimana tinggal diambil dalam tas. Seleb dan tokoh juga selalu menerapkan protokol kesehatan ketika tampil di televisi, salah satunya penggunaan masker. Penonton juga akan terinspirasi menggunakannya. Apalagi dengan pilihan masker zaman now yang beragam keindahannya.

Setelah beberapa lama bersahabat dengan masker, beberapa dari kita akan mulai menyadari fungsi lain dari masker. Diantaranya pas melewati atau berada di tempat yang berbau kita jadi aman, atau ketika mau pergi ke luar tapi malas touch up ya tinggal tutupin dengan masker, ketika wajah lagi jerawatan dan berasa gak nyaman dilihatin orang ya pakai masker, atau pas berjalan di keramaian dan malu dilihatin orang berasa lega gak tu pakai masker, dan bisa juga kan terhindar dari sinar UV, debu dan asap.

Sekarang memakai masker bukan lagi seperti orang sakit tapi jadi seperti identitas, trend fashion. Menjaga diri dengan gaya gak tuh!

Diposkan pada nasehat

Senyum Aja Dulu

Senyum Aja Dulu

“Jika ada masalah bawa senyum aja”

Saat kita memang berada dalam masalah yang kebetulan sedang berat dari biasa bagaimana perasaan kita saat mendengar atau membaca kalimat klise ini? Bisakah kita hadapi dengan senyum?

Senyum bukan berarti membuat kita tiba-tiba lepas dari masalah. Tapi dengan tersenyum seolah sedang membuat sugesti dalam diri kita bahwa kita kuat menghadapi ini semua. Melihat orang-orang membalas senyumanmu atau malah menyapamu bukankah terasa lebih menyenangkan? Bila dibawa mengeluh sepanjang hari malah terasa lebih berat. Seolah bagian dari diri kita sedang mensugesti dan meyakinkan diri bahwa masalah ini tuh memang berat, kamu gak sanggup.

Berbicara tentang perasaan saat mendengar kalimat klise ini mungkin akan berbeda tiap orang. Jangan dulu beranggapan bahwa mereka sudah menyerah untuk kita, juga tidak berarti mereka lelah dengan keluhan kita lalu memutuskan curhatan dengan menyuruh kita senyum menghadapi itu semua. Bukan. Terkadang seorang teman sekalipun merasa bingung harus berbuat apa untuk menghibur, atau mencari jalan keluarnya.

Dalam menghadapi masalah wajar kamu menangis, wajar kamu mengeluh, karena itu respon diri. Tapi jangan terfokus dengan apa yang kamu tangisi saja, cari lah hal lain yang bisa mengembalikan semangatmu.

Kadang kamu perlu merelakan hal-hal yang benar-benar gak bisa kamu tangani

Addini

Senyum aja dulu, lagi pula dunia gak perlu tahu kan seberapa berantakkannya hati kita.

Diposkan pada writting/blogging

Covid-19 Sudah Setahun Usianya

Masker
“kita tidak libur, guru mengajar di sekolah, siswa menyimak dari rumah”

Sudah setahun lamanya sejak covid-19 mulai berdatangan. Hanya dimulai dari sebuah kota yang jauh dari negara kita, kemudian hanya sekedip mata mereka bertebaran, menyebar ke negara terdekat hingga akhirnya meraja lela di negara kita. Masih teringat jelas joke para petinggi negara yang mengatakan bahwa rakyat Indonesia aman dari covid-19 sebab selalu mengonsumsi rempah-rempah yang baik untuk imun tubuh. Nyatanya tak lama sejak ucapan itu covid-19 menunjukkan dirinya di negara kita. Membuktikan bahwa tak ada yang tak mungkin baginya. Mungkin petinggi ketika itu hanya ingin menenangkan rakyatnya yang berada dalam zona mencekam, sebab begitu cepatnya mereka menyerang negara, hingga melintasi benua.

Masih terekam jelas bagaimana pertama kalinya virus ini memperkenalkan dirinya. Mereka yang terinfeksi secara mendadak tumbang dijalan, kejang-kejang dan mengeluarkan buih dari mulutnya, orang-orang tak berani mendekat, mereka berkeliling menunggu polisi dan petugas medis datang. Dalam kompilasi video itu diperlihatkan juga orang-orang di tempat lain mengalami hal serupa, tak ada yang berani mendekat. Kami yang menonton hanya bisa terpaku, menatap layar TV, meyakinkan diri bahwa ini bukan film Zombie, ini nyata! Hal ini berlangsung hingga berhari-hari.

Kasus pertama di Indonesia

Kasus pertama yang menghebohkan Indonesia adalah pada awal maret 2020. Di konfirmasi oleh menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana kepresidenan, Jakarta, Senin (02/03/2020) bahwa ada warga Depok, Jawa Barat, yaitu ibu dan anak yang positif corona setelah mereka kontak dengan warga jepang yang datang ke Indonesia. Dia terdeteksi ketika tiba di Malaysia, mengetahui hal itu Menteri Kesehatan mendeteksi dengan siapa ia berkontak selama di Indonesia, ternyata ibu dan anak dari Depok ini, ketika di tes ternyata benar mereka juga sudah terinfeksi Covid-19

Covid-19 Zaman Now

Sejak kasus pertama itu, virus mulai menyebar dengan cepatnya. Namun kali ini gejala yang ditimbulkan tidak lagi sehoror yang pernah dilihat di TV. Hingga sekarang pun tidak ada satupun pasien yang menunjukkan gejala yang demikian, kebanyakan virus ini mendekam di tubuh manusia dengan tanpa menimbulkan gejala yang “aneh-aneh”

Covid-19 menyerang manusia dengan begitu misterius. Mereka terlihat sehat, beraktivitas sebagaimana biasa. Ada beberapa kasus yang baru-baru ini terjadi, seorang pasien kecelakan, tiba-tiba terdeteksi Covid-19. Ada juga pasien kanker yang meninggal dalam keadaan terinfeksi Covid-19. Ada juga pasien yang meninggal karena tensi tinggi ternyata juga terinfeksi Covid-19. Seolah orang dengan penyakit lebih mudah terinfeksi Covid-19 namun tidak mudah menginfeksi orang didekatnya meskipun mereka juga berkontak langsung. Terlihat bahwa keluarga pasien yang disebutkan tidak terdeteksi virus ini.

Dampak Covid-19

Seolah tak ada habisnya bila menyebutkan semua dampak yang terjadi sejak adanya Covid-19. Pengaruhnya dalam bidang kehidupan sangat besar, mulai dari sosial, ekonomi, pariwisata, pendidikan, lingkungan hingga industri.

Pada awalnya, tiap orang sangat menjaga dirinya, nyaris dibilang ketakutan, beberapa orang tidak berani keluar rumah, panik bila saja ada yang datang. Jalan raya menjadi sepi, hanya beberapa orang yang keluar rumah karena tuntutan pekerjaan atau urusan penting lainnya, dan mereka selalu menggunakan masker.

Seiring banyaknya pasien terinfeksi, pemerintah kota menerapkan aturan “lockdown” di beberapa tempat, dimana warga tidak diperbolehkan keluar kota. Para medis dan polisi siap menghadang perbatasan kota bila saja ada yang melanggar.

Tempat makan dan pariwisata ditutup. Sekolah juga tutup, siswa diwajibkan mengikuti sekolah daring yaitu kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara online dari rumah masing-masing. Perusahaan juga menerapkan aturan pengurangan hari kerja.

Setiap kantor, toko-toko dan tempat lainnya menerapkan protokol kesehatan, mereka menyediakan air dan sabun pencuci tangan, memberi jarak pada tempat duduk/ tempat antrian dan menyediakan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran virus. Sempat pula ketika itu harga masker dan hand sanitizer begitu mahal sebab begitu banyak pemesanan hingga stok terbatas. Beberapa tempat juga menyediakan alat pengukur suhu. Orang dengan suhu lebih dari atau sama dengan 37 derajat tidak diperbolehkan masuk ketempat itu.

Sempat pula beberapa kantor pelayanan hanya melayani masyarakat di depan kantor. Mereka menyediakan meja diteras kantor sebagai tempat pelayanan publik dan mereka tidak diperbolehkan berlama-lama, urusan berlangsung cepat.

Beberapa perusahaan mulai turun pemasukkannya oleh karena kurangnya konsumen, sehingga dengan berat hari mereka juga harus mengurangi pekerjanya. Perekonomian pun dari hari kehari semakin sulit.

Berita di TV tak henti menayangkan mirisnya kondisi sejak adanya Covid-19.

Beberapa bulan kemudian TV juga menayangkan dampak positif sejak adanya virus ini. Dimana pantai menjadi lebih bersih dan laut menjadi lebih jernih dari biasanya, memperlihatkan terumbu karang dan ikan-ikan yang begitu indah sebab tak ada pengunjung yang datang. Begitu juga udara terasa lebih sehat dan segar sebab berkurangnya polusi udara dari kendaraan. Tempat wisata menjadi lebih bersih dan indah sebab tidak ada lagi pengunjung yang merusak dan mengotorinya.

Bagaimanapun selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap peristiwa.

Tak pernah terbayangkan adanya virus ini, dan betapa besar dampaknya dalam kehidupan. Teringat cerita orang tua dulu mengenai cacar, dimana pada masa itu begitu banyak orang meninggal hanya karena cacar. Kesal dan juga sedih, sebab zaman sekarang dengan mudahnya pasien penyakit cacar sembuh dengan obat yang tidak begitu mahal dan mudah didapatkan.

Bisa jadi suatu saat kita juga akan merasakan ini, disaat kita sudah menemukan obat yang tepat untuk penyembuhan pasien virus Covid-19.

Semoga masa itu tak lama lagi.

Covid-19 Mengukir Sejarah

Keadaan belakangan ini sudah tak sepanik dulu. Tidak ada lagi “lockdown” yang separah dulu, tempat wisata sudah mulai dibuka kembali, meski masih banyak yang menerapkan penggunaan masker namun ada saja beberapa orang berkeliaran tanpa menggunakan masker. Tak ada lagi polisi yang berkeliaran menangkap orang dijalan tanpa menggunakan masker. Orang-orang seolah sudah tidak ketakutan seperti dulu.

Disamping itu sudah ada dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah bagi yang membutuhkan, ada berupa uang, ada pula berupa barang/sembako.

Meski menjadi kontroversi pada awalnya, pemerintah sudah menetapkan 70-80% masyarakat yang telah ditentukan akan diberi vaksin Sinovac dari China demi pencegahan virus Covid-19 ini.

Semoga kesuksesan terbesar dalam dunia medis seperti yang dicapai oleh ilmuwan Edward Jenner dalam menemukan vaksin cacar terulang kembali tak lama lagi.

@addinimaulidaistia

Diposkan pada writting/blogging

Beranjak Dewasa

Anak-anak
Anak-anak
Remaja beranjak dewasa
Remaja beranjak dewasa

Masa dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-kira 40 tahun. Saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif (Hurlock, 1996)

Hidup kita dimulai dari suatu bentuk yang disebut janin, ketika lahir kita menjadi bayi lalu sebentar kemudian kita menjadi anak-anak, menjadi remaja kemudian dewasa, dan terakhir menjadi tua. Ketika disebutkan ini, waktu yang kita lewati terasa sangat sebentar padahal tidak, nyatanya kita melupakan beberapa momen kecil dalam kehidupan kita, menyisakan hanya sedikit saja dalam ingatan, dan saat kita melihat kebelakang, hanya sedikit momen yag terlihat menjadikan waktu yang dijalani terasa begitu cepat.

Sejak mulai janin kita mengalami perubahan disetiap waktu, ada yang bisa terlihat ada juga yang tidak, ada yang disadari ada juga yang tidak.

Beranjak dewasa menjadikan kita mulai membatasi diri dari beberapa hal yang biasa kita lakukan ketika fase sebelumnya. Membatasi diri ini berjalan begitu saja tanpa kita sadari sejak kapan dimulainya. Misalnya ketika kita dulu biasa saja makan es krim dengan sangat berantakkan sampai-sampai meleleh ditangan, belepotan ke muka dan mengotori baju, hal ini menjadi berubah ketika beranjak dewasa, kita sudah mulai merasa risih dan malu ketika makan dengan berantakkan seperti itu. Sejak kapan dimulainya? Jarang kita bisa menyadarinya.

Banyak hal tanpa kita sadari berubah dari diri kita, dan tidak tahu kapan dimulainya.

Sebelum fase dewasa kita merasa biasa saja berkejaran sambil cekikikan meski ditengah orang ramai, tertawa keras dan bicara apa adanya. Bahkan hal-hal ekstrim seperti memanjat pohon dan apapun, bergelantungan dipohon dan dimanapun, berlarian menangkap binatang, berlarian mengejar apapun meski tak dikejar, tidak malu mengatakan apapun pada siapapun, ingin ke bulan, ingin menjadi astronot, ingin menjadi pahlawan super, ingin menjadi artis terkenal, ingin menjadi orang paling cantik di dunia, ingin menjadi putri raja, ingin menjadi peri, ingin menjadi putri duyung, ingin menjadi penyihir, ingin menjadi apapun, lalu menceritakan kepada teman-teman dan siapapun.

Beranjak dewasa, kita akan semakin menghindari banyak hal. Kita mulai menghindari diri dari keinginan yang mustahil. Menghindari diri dari sesuatu yang dulunya biasa ‘anehnya’ menjadi hal yang memalukan. Menghindari diri dari perkataan yang mampu menjerumuskan.

Beranjak dewasa menjadikan kita bisa menilai hal-hal yang dulu luput dari perhatian kita. Lingkungan kita juga beranjak dewasa seiring berjalannya waktu, dimana kita menjadi mampu menilai mana yang pantas, mana yang tidak sehingga kita menjadi semakin menghindari beberapa hal pada fase sebelum beranjak dewasa.

Perubahan ini memang tidak serta merta terjadinya. Tidak berubah dalam sehari, tidak secepat membalikkan telapak tangan. Ia berubah secara perlahan sehingga kita jarang bisa tahu kapan tepatnya itu dimulai. Seperti yang telah diterangkan oleh Hurlock diatas, usia dewasa dimulai sejak usia 18 tahun. Namun kedewasan tidak serta merta terjadi diusia itu, ia berjalan perlahan, semakin hari semakin terlihat kedewasaannya seiring timbulnya keinginan untuk menghindar.

Semakin beranjak dewasa, semakin banyak hal yang dihindari, namun juga semakin banyak hal baru yang ditemukan🦋

@addinimaulidaistia

Diposkan pada writting/blogging

Sakit Hati itu Tidak Selalu Buruk

Rasa sakit hati membuatmu ingin menghindar namun terkadang tidak bisa. Ia tetap ada bahkan terkadang bertahan lama.

Rasa sakit itu akan tetap datang dalam bentuk yang berbeda.

Bila saja kamu terus lari sampai kapan kamu bisa bertahan?

Tidak seperti membaca novel, ketika terasa memuakkan kamu bisa langsung menutupnya.

Rasa sakit hati tidak selalu buruk, kita tidak tahu rasa sakit hati mana yang akan mendewasakan kita.

Addini

Diposkan pada writting/blogging

Tahun yang Baru

Hujan
Hujan di akhir tahun

Tahun sudah berganti, digit demi digit menjadikannya angka yang semakin besar.

Sementara itu orang-orang tampak semakin menunjukkan pesonanya. Mereka berlomba ingin terlihat. Menyatakan pada dunia bahwa mereka siap menghadapi apapun.

Sedangkan kamu hanya mampu menyaksikan segala pancaran pesona mereka. Menatap kagum. Menghabiskan waktu demi menghitung poin keunggulan mereka yang anehnya semakin bertambah tiap kamu melihatnya.

Waktu terus bergerak, mereka pun bergerak. Lalu mengapa hanya kamu yang diam?

Sampai kamu sadar waktu takkan biarkan dirinya istirahat. Sampai kamu sadar bahwa waktu takkan menunggumu menyelesaikan semuanya. Kamu sadar bahwa waktu hanya terus berjalan menyelesaikan kewajibannya. Sebenarnya kamu sadar.

Semua terlihat bergerak cepat disekelilingmu dan kamu masih disini.

Sampai kapan.

11 januari 2021

Addini

Diposkan pada kiasan, nasehat, writting/blogging

Perbedaan Di dunia Bukan Untuk Menjatuhkan

Pernah lihat monitor detak jantung ICU di rumah sakit? Bagi yang belum pernah melihat langsung dirumah sakit mungkin pernah melihat ditempat lain. Monitor ini ditunjukkan berupa grafik naik-turun pertanda pasien masih hidup.

Begitulah kehidupan, kadang ada masanya naik kadang juga turun, entah itu rezekinya, semangatnya, kebahagiaannya. Masa turun adalah masa yang siapapun tentu tidak menyukainya. Jika boleh memilih tentu kita ingin selalu berada di masa naik. Iya, kita semua sama.

Seperti monitor detak jantung tadi, grafik itu tidak mungkin naik terus tentu ada turunnya dan turunnya juga tidak terus turun akan ada naiknya.

Setiap orang memang memiliki masalah hidup yang harus dihadapin dan itu pun berbeda kondisinya dan beda takarannya. Namun tidak ada perbandingan diantaranya karena Allah swt sudah memperhitungkan seberapa sanggup kita bertahan. Semakin sulit masalahnya semakin banyak pula pahalanya bila kita bersabar. Adilkan? Asal jangan cari masalah, misalnya kamu mencuri lalu digebukkin masa sangat parah lalu kamu bersabar, itu sabar yang telat ya, kenapa sabarnya gak pas sebelum mencuri, menyabarkan diri, menahan diri untuk tidak mengambil hak orang lain.

Coba kita fikirkan lagi, kesulitan itu datang apa penyebabnya, jangan dulu menyalahkan faktor luar, coba ukur dari dalam dulu. Mungkin kita kurang berusaha, mungkin kita kurang yakin, mungkin juga kita kurang bersyukur.

Kebahagiaan itu datangnya dari dalam, ada orang mudah keluar negeri namun masih bersedih hati, ada orang sudah memiliki harta melimpah tapi masih kesepian dan mencari hal lain untuk kebahagiaannya, meski berujung salah, ada juga yang kita kira dikelilingi kebahagiaan namun ternyata menyimpan luka dan duka. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Balik lagi ke diri kita sendiri. Mengapa kita harus membandingkan diri dengan orang lain bila kita tahu itu hanya akan menyakiti diri sendiri. Kenali diri sendiri dan mulailah menerima apa yang tidak bisa kita pungkiri.

Perbedaan diatas dunia ini bukan untuk menjatuhkan kita, bukan untuk memberikan masalah buat kita, namun ‘malah’ memberikan pelajaran bagi kita. Banyak orang bertubuh tinggi nampak mempesona dan banyak orang bertubuh rendah nampak berkharisma. Banyak orang bermata kecil terlihat manis dan banyak orang bermata besar terlihat indah.

Seperti bunga, ia bermekaran dengan keindahannya masing-masing.

Alangkah baiknya bila kita menunjukkan diri kita senyaman mungkin tanpa harus menyama-nyamakan diri dengan orang lain

Addini
Diposkan pada writting/blogging

Hidup Adalah Perjalanan

Perjalanan

Hidup itu seperti sebuah perjalanan, menemukan dan menempati

Addini

Kehilangan yang begitu menyedihkan adalah kehilangan diri sendiri.

Kehilangan diri sendiri itu ibarat kamu berjalan namun tidak tahu tempat seperti apa yang sebenarnya yang kamu inginkan dan tempat apa yang akan dituju. Alih-alih menetapkan tempat, kamu asik mengikuti alur waktu, menarikmu kesana kemari, sekalipun ketika kamu menginginkan satu tempat dan mereka katakan bahwa itu terlalu berkilau, terlalu indah, terlalu jauh dan mereka katakan bahwa itu bukanlah tempatmu, dengan segera kamu lepaskan dan tinggalkan begitu saja dan melanjutkan perjalanan.

Kamu terus berjalan tanpa tahu akan kemana, menyusuri jalan sambil asik menikmati sekitarmu, lalu tiba-tiba tersadar bahwa kamu sudah berjalan terlalu jauh. Kamu ingin berjalan kembali kebelakang namun kamu kehilangan jejak, tidak tahu dari mana kamu memulai, lalu angin bertiup memberi arah padamu dan kamu mulai mengikutinya. Angin itu membisikkan arah dan kamu mengikuti arahan sambil terus menikmati perjalanan sekalipun kamu melewati taman yang indah, pohon rindang yang menenangkan, dan danau yang begitu segar, sebab angin tidak membiarkanmu untuk singgah. Perjalananmu terus berlanjut sambil meyakinkan diri bahwa angin akan membawamu ke tempat yang lebih bagus. Hingga kamu tersadar kembali bahwa kamu sudah semakin jauh, semakin lelah dan tidak tahu akan singgah dimana.

Tempat yang kamu lewati menjadi semakin suram, dingin dan temaram, hingga nampak jauh kedepan sana. Seketika kamu merasa kecemasan yang begitu dalam, tenggelam dalam ketakutan, dan terlalu gamang untuk melangkah kedepan hingga akhirnya kamu hanya berputar-putar di tempat, namun begitu, angin terus saja membisikkan sesuatu padamu, mengatakan bahwa kamu salah jalan. Kamu tersesat.

Terkadang dalam hidup kamu mesti berjalan dengan langkahmu sendiri, menggunakan earphonemu. Mendengarkan lagu-lagu indah dari playlistmu sendiri, mendengarkan apa yang ingin kamu dengar, mengarahkan langkahmu ketempat yang kamu inginkan dan ketika lelah kamu berhenti sejenak menikmati betapa indahnya perjalanan ini lalu berjalan kembali ketika kamu siap. Mengarahkan langkah mengikuti petunjuk peta hati yang terbentang dengan jelas. Berhenti kembali ketika kamu lelah, menikmati terpaan lembut angin dibawah pohon rindang meneduhkan, membiarkan diri untuk tidur sejenak melepas penat. Lalu berjalan kembali ketika penatmu hilang.

Perjalanan masih panjang, jauh didepan sana adalah tempat yang sangat indah, begitu indah, nampak berkilauan meski letaknya begitu jauh kedepan. Itu adalah tempat yang kamu impikan. Semakin kamu melangkah ia menjadi terasa dekat.

Sesekali angin terasa keras menampar bahkan earphonemu menjadi gelisah namun juga terkadang lembut membelai menambah begitu emotional nya perjalanan ini. Tempat berkilau itu semakin mendekat namun masih jauh, sementara itu kakimu mulai protes jika kamu masih melanjutkan perjalanan lalu kamu putuskan untuk berhenti sejenak melihat kesekeliling, dan menemukan bahwa tak jauh dari sini ada sungai berkilauan menggodamu untuk mampir, kesegaran airnya melepas penat dimatamu, menjernihkaan pandangan dan menjadikan tempat berkilauan disana semakin berkilau, memberimu semangat yang baru.

Earphone ini pun perlu istirahat, melepasnya dan menyimpannya rapi di earphone case. Seketika kamu melepas earphone, dengarlah, dengan segera alam menunjukkan kemahirannya, suara alam begitu menenangkan, aliran air, kicauan burung, nyanyian rimba, siulan angin, gemerisik dedauanan dan ilalang. Semua seolah dihadirkan buatmu, memang benar alam begitu menyenangkan.

Setelah penatmu hilang, kamu memulai perjalanan kembali. Kilauan tempat indah itu semakin menarikmu mendekat. Angin seolah ramah membisikkan arah yang harus kamu tuju, ke arah lain. Bukan. Angin ini hanya menggodamu. Kamu kembali berjalan ke arah tujuan pertamamu, dengan ditemani bisikkan angin. Asiknya kamu berbincang dengan angin itu, ia membisikkan arah, dan kamu membisikkan pula tempat yang ingin kamu tuju, yaitu tempat berkilauan pertama yang sudah kamu lihat sejak jauh dibelakang. Seolah tak ada alasan bagimu untuk menukar tempat semenarik itu. Sekalipun terlihat tempat berkilauan lainnya. Kamu mantap melangkah kedepan. Angin yang terus mengajak berbincang ini akhirnya membuatmu lelah, namun setidaknya ia tak membuatmu merasa sendiri.

Hingga akhirnya kamu bediri terkagum-kagum dihadapan keindahan tempat yang sejak dari jauh sana sudah kamu impikan. Seolah meruntuhkan rasa lelah perjalanan yang jauh ini. Disinilah kamu sekarang, di tempat impianmu. Sementara kamu terpesona angin lain mulai membisikkan sesuatu mengubah suasana, tapi tak lama, earphone sudah kembali menghentikannya, playlistmu kembali berputar indah dan kamu menikmati keindahan ini.

Dirimu menentukan bagaimana kamu kedepannya.