Posted in kiasan, nasehat, writting/blogging

Mengabaikan Bayangan

Pagi yang cerah menjadi berubah. Kamu yang mengakhiri pagi dengan bahagia kini tak lagi sama. Kamu menjadi bukan kamu yang kemarin. Hari demi hari yang kamu jalani menjadi begitu suram sejak sebuah bayangan mengeruhkan segala apa yang ada dalam fikiranmu. Hingga suatu saat kamu berpikir ingin lari darinya, menganggap bahwa pelarianmu mampu merubah segalanya.

Tidak asing lagi bahwa ditempatmu berdiri juga ada bayangan yang berjalan bersamamu, ia hilang ketika segalanya begitu gelap bahkan untuk melihat tanganmu kamu tak mampu.

Dan ia juga hilang ketika segalanya begitu terang dan menyilaukan, bahkan untuk membuka matapun kamu tak sanggup.

Wah! Betapa banyak yang kamu korbankan hanya untuk menghilangkan bayangan yang bahkan sebenarnya bisa kamu abaikan. Sebagaimana kamu mengabaikan bayangan yang berjalan bersamamu.

Ketika bayangan itu hilang, mampukah kamu meyakinkan diri bahwa itulah kebahagiaan? Atau hanya dalam ekspektasimu semata? Sebagaimana hayalan hayalan kekanakkan yang pernah kamu buat hanya demi kesenangan. Peri, pangeran, bidadari, nirmala, sayap, tongkat ajaib, kuda semberani dan segala macam hal yang membumbui hayalan.

Allah tidak menjanjikan langit akan selalu biru, bunga selalu mekar, matahari selalu bersinar, tapi Allah menjanjikan bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Akan ada pelangi setelah riuhnya badai.

Luka yang tak pernah kering? Sadarilah bahwa kamu sendiri yang menggores luka itu hingga menjadikannya menganga, bahkan kamu menggoresnya setiap hari hingga tak ada kesempatan untuk mengering.

Tentang bayangan, abaikanlah perlahan, lalu biarkan ia menjadi hambar dengan sendirinya.

Menit menit yang mengiringi kehidupanmu begitu berharga, akan lebih bijak bila menjadikannya indah hingga dimenit terakhirmu. Di menit kehidupan kamu akan jumpai begitu banyak rasa. Rasa yang menjadikan corak pada lukisan perjalanan. Ada rasa yang kamu suka dan ada rasa yang tidak kamu suka. Suka dan tidak suka itu milik semua orang, bukan kamu saja. Tinggal bagaimana kamu mengelola perasaan yang berkecamuk itu.

Jadikan suka/bahagia sebagai penyemangat, dan duka sebagai penguat.

Tenangkan resah gelisahmu sebab masih ada nikmat yang melimpah.

Betapa meruginya kamu, hanya karena sebuah bayangan, buliran nikmat dari sang kuasa tak sempat kamu sadari.

….

Usap air matamu, kembangkan senyuman, lalu berjalanlah dengan bahagia. Tertawalah maka dunia akan tertawa bersamamu.

Teruntuk muridku yang dilanda rasa kecewa

@addini

Advertisements
Posted in karakter, kiasan

Marah

Smile

Orang yang sedang marah itu bagai kayu yang terbakar, semakin ia marah maka semakin membara ia, seketika orang takut, tak berani mendekat, namun tak selamanya kayu itu dapat membara, ada kalanya ia padam.

Tahu apa yang terjadi setelah itu?

Kayu yang tadinya membara, kini menjadi abu. Rapuh. Tak ada daya. Tak seorang pun yang takut pada abu, semua orang berani mendekatinya, menginjaknya, menepisnya. Yang tersisa hanyalah bekas hitam tempat ia terbakar. Orang yang lalu tak peduli mengapa ia terbakar, yang mereka tahu, bekas hitam itu begitu mengganggu.

Ketika semua telah mereda, kayu merasa hampa, ia sadar bahwa segalanya tak lagi sama.

Memang, amarahnya telah menghabisi dirinya sendiri.

Seberapa pantaskah amarah yang kita lontarkan?

Sebaik-baiknya kesabaran adalah ketika kamu lebih memilih diam, padahal dalam hatimu beribu cacian anak panah siap untuk dihujamkan

Takaran emosi orang mungkin berbeda, kesulitan untuk menahan emosi mungkin juga berbeda.

Semua hanya masalah waktu, apapun yang kita perbuat, waktu akan membuktikan kebenaran sikap kita.

Menahan amarah memang tidak mudah. Tapi ingatlah kebaikan dan balasan yang akan diterima bagi orang yang bersabar selalu lebih indah dan menyenangkan.

@addini

Posted in writting/blogging

Smartphone Bagi Guru

Smartphone bagi guru

Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling sempurna, salah satu kelebihan manusia adalah adanya akal. Dengan adanya akal, manusia bisa memahami ilmu untuk menemukan segala cara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tahun berganti tahun, memberi kesempatan bagi inovator untuk menemukan segala sesuatu. Salah satu karya inovator yang paling digandrungi saat ini adalah teknologi berupa ponsel cerdas atau smartphone. Perkembangannya pun sangat cemerlang. Ponsel cerdas ini begitu diidamkan karena beberapa kelebihan yang dimilikinya dibandingkan ponsel genggam lainnya.

Smartphone adalah ponsel yang sangat canggih, dengan berbagai kegunaannya. Dari segi perangkat keras ia memiliki prosesor terbaik dengan kecepatan tinggi yang memungkinkan untuk menopang kerja secara keseluruhan, misalnya adanya perangkat keras berupa kamera yang dapat dijadikan sebagai alat perekam video, melakukan panggilan video dan bahkan mengambil ribuan momen dalam bentuk foto. Smartphone memiliki tempat penyimpanan internal dan eksternal yang mampu menampung video dan momen serta data lainnya. Dari segi perangkat lunak, ia memiliki layanan akses data sehingga penggunanya bisa terhubung dengan aktifitas internet. Layanan akses data ini bermanfaat untuk keperluan chatting, browsing, e-mail, hingga posting ke sosial media.

Teknologi multiguna ini sudah selayaknya digunakan sebaik mungkin. Dalam perkembangan pendidikan, smartphone bisa dijadikan sumber belajar yang mudah diakses bagi siswa maupun guru. Dengan penggunaan kouta data, siswa dan guru dapat mengunggah fitur e-book pada smartphone untuk selanjutnya dijadikan sumber belajar, selain itu dengan adanya akses internet siswa dan guru dapat dengan mudah menjelajahi dunia pengetahuan melalui aplikasi browsing. Berbagai macam aplikasi dengan mudah diunggah untuk berbagai tujuan, bisa hanya sebagai hiburan atau bahkan membantu keperluan kita.

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya dalam memanfaatkan aplikasi smartphone untuk pembelajaran. Terinspirasi dari unggahan video-video siswa pada media sosial yang begitu kreatif dan tak terduga, saya pun mendapatkan ide untuk memberi projek berupa presentasi video kepada siswa. Presentasi video merupakan suatu presentasi yang dikemas dalam bentuk video yang dikembangkan melalui proses perekaman gambar dan suara menggunakan alat perekam. Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat presentasi video agar lebih spesial, diantaranya adalah vivavideo, inshot, windows movie maker, kinemaster, dan lain-lain yang tersedia di playstore.

Saya membebaskan siswa untuk memilih aplikasi yang disukai, dan banyak diantara mereka yang lebih memilih aplikasi vivavideo sebab memang sudah memiliki aplikasi ini. Selain mudah hasilnya pun memuaskan. Bagi sebagian pengguna smartphone pemula, mengedit video menggunakan aplikasi vivavideo merupakan hal yang sulit. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini saya akan membagi sedikit informasi mengenai cara mengedit video menggunakan aplikasi vivavideo di smartphone. Tentunya sebelum mengedit kita perlu menyiapkan video-video yang akan diedit dan juga sudah menginstal aplikasi vivavideo yang dapat diunggah pada playstore.

Langkah-langkah pengeditan:

  1. Buka aplikasi vivavideo
  2. Pilih menu edit untuk memulai proses editing video
  3. Pilih video yang akan diedit, selanjutnya ditampilkan video yang sudah dipilih, disini akan ada 3 ikon, yaitu ikon putar, memperkecil ukuran, dan memotong durasi video
  4. Tap add/tambahkan jika tidak ingin dipotong
  5. Jika ingin memotong durasi video, geser durasi video hingga sesuai yang diinginkan, preview hasil potongan juga bisa diputar disini, jika sudah yakin tap cut (ikon gunting) untuk menyelesaikan, dan tap add/tambahkan
  6. Pilih video lain yang ingin ditambahkan, lakukan hal yang sama seperti langkah 3 sampai 5
  7. Jika sudah semua video terpilih, tap ‘next/selanjutnya’ yang ada dibagian bawah layar
  8. Pilih tema dengan tap tombol tema dibagian bawah layar, disini ada pilihan tema gratis dan berbayar
  9. Jika ingin menambah suara latar, tap tombol music dan pilih audio/rekaman suara atau music yang sudah disiapkan
  10. Jika sudah selesai tap ‘bagikan/share’ lalu ‘simpan ke galeri/export gallery’

Untuk pengiriman video saya memilih aplikasi whatshapp, beberapa anak mengirimnya lewat massanger, selain mudah, kebanyakan siswa sudah memiliki kedua aplikasi ini, namun sayangnya, aplikasi ini membatasi durasi, sehingga beberapa siswa mesti mengirim video hingga dua bagian, selain itu aplikasi ini juga mengkompresi video menjadi ukuran kecil sehingga video menjadi tidak sejernih yang asli.

Untuk guru yang ingin video siswa ukuran dan durasi seperti aslinya, saya sarankan dalam pengiriman tugas pengiriman video sebaiknya menggunakan penyimpanan drive. Pertama guru dan siswa harus memiliki drive, selanjutnya guru menyediakan satu folder pada drive nya untuk bisa dibagikan dengan teman (disini sebagai siswa) yang bisa dipilih dalam pengaturan folder, kemudian siswa bisa menyimpan videonya ke folder drive yang sudah dibagikan tersebut yang otomatis akan terbaca pada folder drive guru. Kekurangan menggunakan drive ini, guru harus mengunggah video yang sudah dikirim dengan ukuran asli sehingga butuh penyimpanan ponsel yang memadai dan juga kuota data yang memadai.

Semoga bermanfaat 🙂 @addini

Posted in kiasan, nasehat, writting/blogging

Arti Sebuah Perasaan

Perasaan

Perasaan merupakan ilmu hudhuri yang tidak bisa diungkapkan sebagaimana adanya.

Banyak kita mendengar ungkapan kesedihan seseorang, tapi apa dia memang sesedih sebagaimana yang ia ungkapkan? Hanya dia dan Allah yg tahu. Banyak pula kita mendengar ungkapan kebahagiaan seseorang, tapi apa dia memang sebahagia itu? Hanya dia dan Allah yg tahu.

Perasaan adalah hal yg misterius. Apa yg kita ungkapkan tidak benar-benar sebagaimana apa yg kita rasakan. Ketika kita menyelami lautan perasaan seorang yang terdekat sekalipun, hanya gelap yg terlihat, adapun yang terlihat hanya terkaan belaka. Kita tidak benar-benar tahu sampai kita menjadi pemilik perasaan itu.

Lalu, apa yg diharapkan dari seseorang yg bersedih?

Hiburan?

Nasehat?

Diabaikan saja?

Kita juga tidak tahu persis apa yg diharapkan dari pemilik perasaan. Ketika semampunya kita menghibur pemilik perasaan yg bersedih itu, tidak akan sepenuhnya bisa dirubah. Mungkin ia tertawa terbahak, mungkin ia menangis hingga meraung, tapi ia masih membawa kesedihan bersamanya.

Pemilik perasaan lah yg hanya bisa memahaminya.

Mereka tak bisa berharap apapun dari orang lain sampai ia sendiri yang bisa memulihkan hatinya. @addini

Posted in writting/blogging

Kamu Bisa

Setiap orang pasti ingin sukses dalam setiap kegiatannya. Namun tidak banyak orang yang mewujudkan niatnya itu. Niat hati yang ingin sukses dalam mengerjakan tugas, tersendat ketika tidak lagi bisa memahami soal, tidak mengerti apa yang harus dikerjakan, atau mungkin malas untuk berpikir sehingga gagal mengerjakan sendiri. Banyak yang akhirnya terjerumus dalam godaan untuk menyontek.

Kesanggupan kamu hari ini, akan menentukan bagaimana kamu hari esok.

Memang belajar itu sulit, jika belajar itu mudah ya tentu tidak perlu ada sekolah. Cukup kamu beli buku, pelajari sendiri dirumah, evaluasi sendiri, tidak perlu ada peraturan, tidak ada yang menegurmu, tidak perlu mandi pagi, kalau musim panas tidak perlu gegerahan disekolah, kalau musim hujan tidak perlu bebebasahan lagi disekolah, dan intinya gak perlu capek kesekolah. Asik gak tu?

Tapi tunggu dulu, coba pikir lagi, apa memang sekolah senyebelin itu? Padahal dengan bersekolah kamu bisa bertemu banyak teman sebayamu. Apa tanpa sekolah kamu bisa bertemu teman sebanyak itu?

Di sekolah juga ada guru-guru yg mendidik, membimbingmu dan mengajarkanmu berbagai macam ilmu dan pendidikan. Dia bisa menjawab materi yang membuatmu bingung. Apakah dengan adanya guru mempersulitmu dalam belajar? Tentu tidak.

Disekolah kamu bertemu teman sebayamu, dari mereka, kamu juga bisa belajar banyak hal. Ketika bergaul kamu bisa menilai karakter temanmu. Seiring berjalan waktu nanti kamu akan tahu karakter mana yang lebih disukai, sehingga kamu termotivasi untuk berlaku demikian. Usia remaja adalah usia “imitasi”, dimana pada usia ini, kamu cenderung meniru karakter seseorang, entah itu idolamu, temanmu, atau seseorang yang kamu kenal lainnya. Memang sudah lumrahnya demikian. Jika saja kamu tidak bersekolah, duniamu terbatas, karakter yang kamu lihat tidak banyak.

Pikirkan lah, banyak anak sebayamu yg ingin menjadi sepertimu, tapi tidak mampu.

Sekolah merupakan tempat kamu merubah kesulitan itu agar menjadi mudah.

Harusnya kamu memperhatikan bagaimana sekitarmu. Tidak segala kesenangan dan hura-hura hari ini, menjadikan kesenangan dimasa depan. Menyontek itu memang mudah, tapi apa yang bisa kamu dapat selain salinan itu? Coba bandingkan bila kamu yang mencari tahu pangerjaannya, lalu mulai mengerjakan sendiri. Hasil kerja sendiri itu lebih melegakan, apapun hasilnya. Rendah? Its ok, bisa jadi pelajaran untuk kedepannya. Bukankah kita juga belajar dari kesalahan untuk tahu mana yang benar.

Mulailah mengenali dirimu, bagaimana kamu, dan apa yang kamu mau. Letakkan dirimu dan juga harapanmu di tempat terbaik, jangan melangkah ke tempat yang bisa menjatuhkan martabatmu sendiri. Kamu terlalu berharga untuk dipandang rendah. Mulailah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik.

Muliakanlah dirimu dengan ilmu.

Kalau tidak hari ini, kapan lagi? @addini

Posted in writting/blogging

Ketika Kita Sakit

Nikmat Sehat
Nikmat Sehat

Assalamualaikum, selamat pagi. Semoga kita dalam keadaan sehat semua. Bagi yang sedang sakit, semoga diberi kekuatan untuk melawan sakitnya, dan jangan lupa untuk terus bersabar.

Jika boleh memilih tentu kita ingin selalu sehat. Karena sakit itu memang gak enak. Apapun sakitnya, sakit leher karena salah bantal pun rasanya sangat menyiksa. Mau ngapa ngapain gak enak. Belum lagi kalau flu, rasanya apapun yang terjadi pada dunia gak ada enaknya. Tidur gak nyenyak, makan gak enak, mau gerak nyeri nya dimana mana.

Begitulah kalau sedang sakit, gak akan sama dengan saat kita sehat. Apa yang kita inginkan ketika sakit? Ya tentu saja ingin sehat. Ketika kita sakit, melihat mereka yang sehat terasa sangat bahagia, liat orang jogging, jadi pengen jogging juga, dalam hati bertekad sembuh nanti mau jogging buat jaga kesehatan. Tapi, pas sembuh udah lupa aja seberapa bahagia ketika sakit dulu melihat orang sehat.

Dengan adanya rasa sakit, kita akan sadar betapa nikmatnya menjadi sehat. Namun sayangnya, ketika kita sehat, kita lupa.

Allah swt itu maha tahu apa yang baik buat kita. Jangan bersedih ketika kita ditimpa sakit, Allah gak benci kita, Dia memberi kita cobaan karena Dia tahu kita kuat. Dan Dia selalu punya cara untuk membuat kita bersyukur. Ketika kita sakit yang terjadi pada kita adalah:

  • Allah tarik selera makan kita
  • Allah tarik keceriaan wajah kita
  • Allah tarik dosa kita

Lalu, ketika kita sembuh dari sakit:

  • Allah kembalikan selera makan kita
  • Allah kembalikan keceriaan wajah kita
  • Tapi Allah tidak kembalikan dosa kita

Wassalamu’alaikum..

_addini

Posted in karakter, keguruan, writting/blogging

Pendidikan sebagai Suplemen

Kegiatan di sekolah

Salah satu ciri manusia sebagai makhluk hidup adalah kebutuhan akan makan. Tanpa adanya asupan makanan yang cukup, manusia tidak bisa tumbuh dan berkembang, bahkan parahnya bisa mengakibatkan kematian.

Bobot kebutuhan nutrisi manusia berbeda-beda, selain dari makanan pokok manusia juga perlu tambahan nutrisi untuk kualitas kehidupannya. Tambahan nutrisi ini berupa suplemen yang kita sebut pendidikan. Mengapa disebut suplemen? Suplemen berguna untuk mengangkat derajat kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit, yaitu penyakit ‘tak berpendidikan’.

Memang suplemen berupa pendidikan ini bukan makanan pokok untuk kelangsungan hidup, namun mereka yang mengonsumsi suplemen tentu akan berbeda dengan hanya makan yang pokok saja. Derajat kesehatan akan lebih baik bila ditambah dengan suplemen. Mengapa harus berpendidikan? Toh, tanpa pendidikan, hidup juga akan terus berjalan, kita tetap bisa bernafas, bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. Padahal lebih dari itu, pendidikan mampu membawa kebaikkan bagi kualitas diri seseorang. Cara pandang manusia akan kehidupan tentu akan berbeda dibandingkan bila ia tanpa pendidikan.

Didalam pendidikan ada elemen-elemen tertentu yang dibutuhkan, diantaranya berpikir dan pengetahuan. Tanpa pengetahuan manusia akan sulit berpikir, dan tanpa berpikir pengetahuan lebih lanjut tidak mungkin untuk dicapai, oleh karena itu, nampaknya berpikir dan pengetahuan mempunyai hubungan yang sifatnya siklikal (uharsputra).

Tanpa disadari atau mungkin secara sadar, banyak diantara kita yang menganggap pendidikan yang identik dengan memikirkan ini dan itu hanya menambah beban kehidupan saja. Perasaan keberatan ini bisa dilihat dari tingkah laku yang muncul, diantaranya:

  • Tidak mau mematuhi peraturan disekolah atau dari guru
  • Tidak bersemangat untuk pergi kesekolah
  • Kurang santun terhadap guru
  • Tidak bersemangat mengikuti pelajaran
  • Berprasangka terhadap guru
  • Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
  • Menyontek tugas siswa lain tanpa mau berusaha terlebih dahulu
  • Tidak mengulangi pelajaran dirumah atau ditempat lain selain disekolah
  • Kurang fokus dan lebih sering menghayal segala sesuatu diluar materi pelajaran sehingga sulit memahami materi

Tingkah laku yang demikian tentu sangat disayangkan sekali. Mengingat bahwa pendidikan itu sendiri tidak merugikan dirinya bahkan akan merubah dirinya supaya lebih baik. Mendapatkan pendidikan dizaman sekarang sudah sangat mudah. Terlebih sekarang pemerintah mewajibkan belajar hingga 9 tahun, sekolah sudah semakin banyak didirikan, biaya sekolah juga sudah banyak dibantu dari uang negara, ditambah beasiswa yang bisa diperoleh bagi siswa berprestasi atau kurang mampu.

Pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, namun juga tentang moral, etika, prilaku dan sebagainya. Berikut beberapa manfaat pendidikan:

  • Memberikan informasi dan pemahaman mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan yang terus berkembang
  • Menciptakan generasi penerus bangsa yang ahli dalam berbagai dibidang
  • Gelar pendidikan yang akan menunjukkan keahlian seseorang dalam bidangnya dan dalam pengembangan kariernya
  • Membentuk pola pikir terstruktur dan berdasarkan fakta yang ada
  • Mencegah terbentuknya generasi “bodoh”
  • Menambah pengalaman untuk membantu seseorang bekerja lebih baik
  • Mencapai aktualisasi diri
  • Mencegah terjadinya tindak kejahatan
  • Mengajarkan fungsi sosial dalam masyarakat
  • Meningkatkan produktivitas
  • Membentuk karakter yang bermartabat dan bermoral baik
  • Memperbaiki cara berpikir
  • meningkatkan taraf hidup yang memiliki rasa saling menghargai
  • Membentuk kepribadian
  • Mencerdaskan anak bangsa
  • Menjamin terjadinya integrasi sosial yaitu pemahaman mengenai fungsi sosial dalam masyarakat
  • Meningkatkan kreativitas (berbagai sumber)

Tantangan berat dalam meraih pendidikan adalah kurang adanya motivasi diri untuk meraih pendidikan.

Ketika seseorang mampu memahami tujuan dan manfaat pendidikan bagi dirinya, ia akan termotivasi untuk memperoleh pendidikan sebagai suplemen kehidupannya. @addini_

Posted in karakter, nasehat, writting/blogging

Self Kontrol (Pengendalian Diri)

https://addiinimaulida22.files.wordpress.com/2018/10/img_20181027_1121074238363249550549489.jpg
Kegiatan di sekolah

Kontrol diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar agar menghasilkan perilaku yang tidak merugikan orang lain, sehingga sesuai dengan norma sosial dan dapat diterima oleh lingkungannya (wikipedia)

Kita sebagai makhluk sosial yang sehari-hari bertemu dengan orang lain, hendaknya memiliki kemampuan dalam mengendalikan diri. Dalam kita bersosialisasi ada batasan-batasan yang patut kita sadari agar tetap terjalin kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Orang lain juga ingin diperlakukan baik, sama seperti kita yang ingin diperlakukan baik.

Seorang yang memiliki kontrol diri ini akan lebih bisa mengatur dirinya sendiri agar dapat terhindar dari perilaku yang bisa merugikan orang lain. Dalam kerempongan yang nyata sekalipun mereka mampu tetap tenang dan fokus. Apapun yang terjadi mereka lebih cenderung untuk patuh dan taat dalam mengikuti suatu aturan yang berlaku didalam bermasyarakat. Kurang suka segala sesuatu yang berbau pelanggaran, bahkan sebisa mungkin mereka hindari. Menghalalkan segala cara dalam situasi apapun bukan lah prinsip mereka.

Perilaku ini bukan lah tanpa sengaja, mereka mengingatkan dirinya sendiri secara terus menerus dan membatasi dirinya akan sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, mereka menerapkan betul peraturan tersebut ke dirinya. Hingga akhirnya menjadi terbiasa dan janggal bila dilanggar.

Sering sekali kita melihat bahkan mungkin kita sendiri melakukan hal-hal yang sebenarnya kita tahu bahwa itu dilarang. Misalnya saja dalam berkendara, ketika kita akan berbelok malas menghidupkan lampu sign, dalam mengantri kita lebih suka mendahulukan diri tanpa memikirkan kepentingan orang lain, dalam berseragam seorang siswa mengeluarkan bajunya, dan tidak menggunakan atribut yang lengkap, menyontek, berbohong, berkata kasar, marah yang tak terkendali, mengatakan sesuatu yang jelas-jelas akan menyinggung perasaan orang lain, atau seorang siswa yang diam-diam pergi ke kantin pada saat jam mengajar berlangsung adalah contoh perilaku yang menandakan self kontrolnya kurang baik.

Kurang adanya self kontrol yang baik tidak hanya dapat merugikan orang lain, namun juga bisa merugikan diri sendiri. Pribadi yang kurang memiliki self kontrol yang baik ini, cenderung akan terburu-buru dalam menyelesaikan suatu permasalahan, bukankah segala sesuatu yang dilakukan terburu-buru biasanya hasilnya kurang maksimal, atau sebaliknya mereka mudah ragu-ragu dalam menyelesaikan masalah, kurang berkonsentrasi, mudah putus asa ketika masalah datang padanya, gampang mengeluh, mudah jenuh, terkadang suka membebani diri dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ia sanggupi, ia pun mudah berlebihan dalam mengungkapkan amarahnya atau kesedihannya, dan lain sebagainya.

Amarah yang tak terkendali bisa mencelakakan orang lain bahkan diri sendiri, hal yang terjadi ketika seseorang yang marahnya tak bisa dikendalikan akan gelap akalnya dan mampu melakukan apapun, seperti melukai orang lain, menyakiti diri sendiri, bahkan pembunuhan, ini tentu merugikan dirinya. Ada juga beberapa kasus bunuh diri yang kita ketahui, sebagian besar kasus ini terjadi ketika ia merasa rendah diri dan terperangkap dalam keputusasaan. Bagaimana ini bisa terjadi? Pada intinya ketika seseorang mampu mengendalikan diri, untuk tetap tenang menghadapi apapun, bersyukur dan memahami aturan dan norma yang berlaku, serta menyadari akibat dari suatu perbuatan, tentu perbuatan seburuk itu tak akan terjadi.

Pribadi yang self kontrolnya baik tidak mudah lebay dalam menanggapi apapun disekelilingnya, bahkan bisa lebih enjoy dan lebih mudah bersyukur dengan kehidupan yang mereka jalani. Berikut beberapa contoh prilaku self kontrol

Dalam Keluarga
  • Hidup sederhana tidak suka pamer harta kekayaan dan kelebihannya.
  • Tidak mengganggu ketentraman anggota keluarga lain.
  • Tunduk dan taat terhadap aturan serta perintah orang tua.
Dalam Masyarakat
  • Mencari sahabat sebanyak-banyaknya dan membenci permusuhan.
  • Saling menghormati dan menghargai orang lain.
  • Mengikuti segera aturan yang berlaku dalam masyarakat.
Dalam Lingkungan Sekolah dan Kampus
  • Patuh dan taat pada peraturan disekolah
  • Menghormati dan menghargai teman, guru, karyawan, dll
  • Hidup penuh kesederhanaan, tidak sombong dan tidak gengsi (buku PAI)

Bagaimana Cara Mengendalikan Diri?

  • Hal yang paling ampuh untuk dapat mengendalikan diri adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, ingatlah hanya dengan mengingat Allah SWT hati akan menjadi tenang, berdzikirlah hingga hati menjadi lapang
  • Lekaslah mencuci muka dengan air, lebih baik lagi mengambil wudhu
  • Berpikirlah positif, cobalah membuka hati dan pikiran dan temukan pandanganmu dari sisi yang lain.
  • Intropeksi diri, tenangkan dirimu, dan renungkan perkataan atau perbuatan yang terjadi, misalnya saat kita dibentak seseorang, coba pahami mungkin memang kita yang salah jika begitu ya sudah akui saja, atau mungkin seseorang itu punya masalah lain yang lebih berat hingga ia melampiaskannya ke kita, ya sudah maklumi saja.
  • Buka pikiran dan renungkan sebab akibat yang akan terjadi jika kamu lampiaskan kekesalan atau keputusasaanmu, misalnya hubungan yang tidak baik, timbulnya rasa dendam yang berkepanjangan, bisa dari kamu atau orang-orang yang kamu sakiti, sulit bergaul sehingga tidak ada teman dan sebagainya
  • Ketika emosi mu memuncak, lebih baik diam, jaga lisanmu. Memang ketika emosi, hal tersulit adalah mengontrol perkataan, ingatlah semakin banyak perkataan yang terucap ketika kita marah semakin banyak pula kita menebar kebencian, bukannya selesai malah akan memperbesar permasalahan.

Kita sebagai pribadi yang berakal dan berbudi pekerti hendaklah memiliki self kontrol yang baik. Alangkah indahnya dunia bila sesama kita mampu menjaga diri dari keburukan, Sangat menyenangkan rasanya bila bersama dengan orang yang punya pengendalian diri ini. Tak jarang mereka memiliki jalan keluar dalam permasalahan, ide mereka unik dan menarik, dan selalu menjadi tempat curhat yang menghangatkan. Tak heranlah jika mereka yang punya pengendalian diri yang baik ini disenangi banyak orang.

Semoga kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang yang memiliki pengendalian diri yang baik ya. Mari kita mulai berlatih dari sekarang 😊

@addini

Posted in writting/blogging

Meme yang Tidak Bertempatan

Meme sekarang semakin populer. Segala hal, bisa dari peristiwa maupun tokoh, bahkan kekurangan seseorang sekalipun dijadikan gambar lucu alias meme ini.

Namun sayang, niat melucu ini terkadang tidak pada tempatnya. Peristiwa yang seharusnya adalah kesedihan, dengan dijadikan meme menjadi hal lucu yang tidak sepatutnya untuk jadi bahan tertawaan. Kecacatan orangpun dijadikan bahan lelucon, dengan ditambah segala macam hal. Tokoh masyarakat yang sepatut menjadi sosok pemimpin yang disegani, seketika menjadi objek lelucuan dengan digambarkan sedemikian rupa hingga habis harga dirinya. Tidak perlu saya rincikan disini, kita semua pasti bisa mengingat kembali meme apa saja yang pernah kita lihat.

Sebelum meme saya tahu ada kartun cerdas yang penuh makna sindiran, ya, semua pasti tahu, karikatur namanya. Kartun juga, namun tak selancang sekarang.

Demi untuk “terlihat” lucu, viral, populer, kamu melanggar segala hal. Apakah semestinya begitu? Apakah demi lelucuan harus ada yang tersakiti? Bagaimana jika kamu yang dijadikan bahan meme, dilihat orang banyak, diolok-olok, tidak hanya kamu yang tersakiti orang terdekatmu juga akan merasakan kesedihannya.

Terkadang pun kita sering melihat pada satu sisi saja. Ketika yang kita anggap salah terkadang tak sepenuhnya salah, ketika yang kita anggap benar sekalipun tak sepenuhnya benar. Ketika kita mendukung suatu kubu kita menganggap kubu sebelah tidak ada benarnya. Lalu mulai menciptakan meme yang melebih-lebihkan suatu hal tentang kubu sebelah. Tidak ada baiknya, yang mendukung akan tetap mendukung, yang tidak mendukung akan tetap tidak mendukung. Unfaedah sekali.

Tak selayaknya kita demikian.

Pancasila adalah ideologi bangsa, lalu mengapa kita melanggar habis pasal kedua ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’ beradabkah yang demikian? Marah lah dengan cerdas, cerdas yang beradab. Gambar hinaan seperti itu bukanlah dari orang yang beradab. Melucu lah dengan tidak melanggar adab.

Memang tidak semua meme itu tidak baik, ada beberapa meme yang memang niat nya untuk candaan semata. Saya pun mendukung karya meme yang seperti itu.

Stop mendukung meme hinaan yang beredar di medsos. Penggunaan medsos itu sedunia ya. Jika kita sendiri mengina pemimpin kita, lalu bagaimana orang luar negeri bisa memandang baik negeri kita? Katanya bangsa kita adalah bangsa yang sopan dan ramah, lalu mengapa kita sendiri yang membuat nama kita rusak? Dengan mengajak orang untuk menertawakan kejelekkan sendiri. Ah miris. @addini

Posted in karakter, nasehat, Uncategorized, writting/blogging

Hargai Mereka Agar Kamupun Dihargai

Setiap dari kita pasti ingin dihargai. Baik itu oleh yang lebih muda maupun yang lebih tua. Orang jalanan sekalipun ingin dihargai juga. Menghargai seseorang itu tidak lah sulit, namun banyak diantara kita yang agak keberatan untuk bisa lebih menghargai orang lain.

Keadaan yang dipersulit ini agak membingungkan. Ingin dihargai namun tidak bisa menghargai. Disaat kita berharap orang memberi, sementara orang itu tidak ada inisiatif untuk memberi, jangan terburu-buru untuk marah apalagi sampai ghibah. Tapi coba diingat lagi, apa kamu sudah banyak memberi dia? Bukan maksudnya untuk mengingat kebaikan diri sendiri ya, tapi untuk intropeksi diri.

Alangkah baiknya jika sebelum berpikiran buruk tentang orang lain, cerminkan dulu ke diri sendiri, apa cukup baik?

Lucu kan berharap orang memberi sementara kita sendiri tidak ingin membagi. Dont be childist, please!

Saya pernah menyaksikan dua anak kecil yang sedang bermain, kemudian datang seorang anak kecil yang lain membawa sebungkus kerupuk, bukan karena ingin bergabung, tapi mendekat hanya untuk menyombongkan makanannya. Dua anak kecil yang tidak diberi ini pun menangis, merengek kepada orang tuanya untuk membeli kerupuk juga. Tak lama dua anak kecil tadi membawa snack yang lebih banyak, mereka pun makan bersama, saling berganti snack kebetulan snack mereka berbeda rasa, bagaimana dengan anak yang tidak ingin membagi tadi? Mendekat namun sama sekali tidak digubris temannya. Ia pun pulang dan merengek minta dibelikan lagi. Anak kecilpun tau kepada siapa dia mesti menghargai.

Kita bukan anak kecil lagi, sudah seharusnya kita lebih bisa bersikap dengan baik. Walau masalah yang kita hadapi tidaklah sedangkal anak kecil itu tapi dari situ lah kita mulai. Bagaimana pun kita sudah tau mana yang baik dan mana yang tidak baik. Gak mau dong ya disamakan dengan anak kecil?

Ketika ego menguasai diri, rasa sombong dan angkuh akan membatasi diri dari sikap menghargai orang lain.

Banyak orang yang merasa dirinya akan jatuh harga dirinya ketika menghargai orang lain. Merasa bahwa ketika menyalami penjaga gudang, tersenyum kepada pemulung, menyapa penjaja keliling akan menjadikan nya sederajat dengan orang itu. Derajat yang ia kotak-kotakkan sendiri. Merasa bahwa ia diatas dari beberapa orang kebanyakan. Betapa sulit dipahami prinsip yang demikian, kesombongan inikah yang dipelajarinya disekolah? Atau dipelajarinya dirumah? Bukan! Kesombongan itu tidak dipelajari dimanapun ia berasal dari dirinya sendiri.

Orang yang berpikir akan lebih tau kemana ia bawa hati dan pikirannya.

Obatnya orang sulit menghargai dan punya rasa sombong ini cuma satu yaitu sadar diri 🙂

Apapun yang kamu tanam itulah yang akan kamu panen.

Tapi ingat ketika kita menghargai seseorang tidak serta merta menjadi kan orang itu juga menghargai kita. Tapi jangan menjadikan mu berubah. Itu lah tanda bahwa kamu menjadi orang yang lebih istimewa dibanding dirinya.

@addini